Setuju Pak Manneke,
waktu saya baca, saya juga bingung. Dalam hati mbatin, apa sih yang salah 
dengan 'being a communist'? Kenapa harus dipisahkan antara komunis dan 
nasionalis? Apakah keduanya meniadakan?
Saya memang tidak tahu tentang Tan Malaka, tapi pemikiran dasar si penulis 
menurut saya sudah salah. Kalau saya bilang, penulis masih terkontaminasi 
dengan ajaran Suhartorian...
riyanto



----- Original Message ----
From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Monday, July 7, 2008 2:25:40 PM
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Tan Malaka dan Kebangkitan Nasional


Ini tulisan aneh. Kok membenturkan nasionalisme dan komunisme? Penulisnya mesti 
lebih banyak belajar sejarah. Rata-rata para tokoh yang paling nasionalis 
justru datangnya dari kaum komunis. Di seluruh dunia, mereka yang paling tegas 
menyatakan sikapnya melawan nazisme, iberalisme, kapitalisme, fasisme adalah 
juga kaum komunis. Ini sejarah, bukan fantasi.

Tak ada guna berusaha "membersihkan" citra Tan Malaka dari komunisme. Dia 
bangga kok sebagai komunis. Yang berbahaya dari tulisan di bawah ini adalah 
membangun kesan bahwa seolah-olah komunis itu antitesisnya nasionalis.

Mbok lain kali jangan sampai tulisan begini masuk Kompas. Ada beda jelas antara 
kebebasan berpendapat dan ngawur.

manneke

Kirim email ke