Jakarta, Kompas - Kemiskinan yang secara masif menimpa penduduk dunia
adalah penyumbang kerusakan dunia. Penyumbang kerusakan lainnya adalah
kerusakan lingkungan dan pemanasan global, ancaman persenjataan
nuklir, serta konflik yang disertai kekerasan.

Demikian disampaikan Presiden Kehormatan Konferensi Dunia Agama untuk
Perdamaian Din Syamsuddin di Jakarta, Senin (7/7), ketika menyampaikan
hasil Pertemuan Puncak Pemimpin Agama untuk Perdamaian di Sapporo,
Jepang, awal Juli.

”Dunia saat ini menghadapi akumulasi kerusakan dari berbagai sektor
kehidupan, seperti pemiskinan, kebodohan, buta aksara,
keterbelakangan, dan kerusakan lingkungan hidup. Inilah pesan yang
ingin disampaikan kepada pemimpin politik yang akan bertemu di G-8
(Government Eight),” ujar Din. Ia juga menjelaskan, pertemuan puncak
pemimpin agama ini sengaja mendahului pertemuan puncak pemimpin negara
maju G-8 yang berlangsung pekan ini.

”Di saat kemiskinan yang berskala masif menimpa sebagian penduduk
dunia, di waktu bersamaan sebagian lainnya menikmati melimpahnya
kekayaan. Kondisi ini merupakan skandal moral terbesar,” kata Din,
yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Itu sebabnya, menurut Din, perlu ada pergeseran sistem ekonomi yang
mengutamakan pertumbuhan. Sistem ini menghasilkan banyak pemiskinan di
berbagai belahan dunia.

”Itu sebabnya perlu ada prinsip pemerataan dan berkeadilan. Indonesia
juga perlu mempertimbangkan prinsip pemerataan ekonomi ini,” ujarnya.

Hasil pertemuan Sapporo ini, menurut Din, juga disampaikan kepada
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar dibawa dalam pertemuan G-8.

Secara terpisah, Direktur Program Pusat Dialog dan Kerja Sama
Antarperadaban Piet H Khaidir mengatakan, krisis kemiskinan di
Indonesia memang membutuhkan perhatian yang serius. Secara praktis,
perlu ada aturan yang lebih konkret dari pemerintah yang membuat
aturan tentang pemanfaatan sumber daya alam.

”Pemerintah sekarang tinggal punya sedikit waktu. Namun, masih bisa
melakukan banyak hal untuk rakyat kalau memang serius,” ujarnya.

Menurut Piet lagi, pengelolaan sumber daya alam di daerah harus
dikelola dengan cara baru yang bisa memberikan manfaat besar langsung
kepada rakyat. (mam)

 
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/08/00281826/kemiskinan.penyumbang.kerusakan.dunia

Kirim email ke