Salam,
Sifat sejati dari manusia timbul waktu dalam keadaan GAWAT, tidak perlu yang 
menyangkut jiwa tetap  bisa yang menyangkut KEPENTINGAN yang sangat mendesak.
Hal ini saya dapat di bandara Kemayoran, waktu hanya ada 1 perusahaan 
penerbangan dengan jumlah peswat terbang yang sangat sedikit dan KECIL-2, 
ditambah lagi merupakan alat tranportasi  ke  pulau2 di luar Jawa yang jauh, 
karena  kapal laut sering tidak berlayar ataupun memakan waktu yang relatif 
lama.Tambah runyam lagi 50% dari tempat duduk diblokir oleh MILITER berdasarkan 
hukum perang(militer).
Sangat jelas akan tampak pribadi masing2 pemimpin dan pedagang jika mengalami 
kesulitan dalam memperoleh tempat duduk dan membawa barangg(bagasnya), tetapi  
pengalaman saya dangan Pak NATSIR, beliau sangat tenang dan tidak pernah 
mengeluarkan kata2 kasar meskipun sebagai anggota  DPR.Sedangkan misalnya Mr 
KASMAN SINGODIMEDJO selalu marah2 dan memaksa orang lain dikeluarkan karena 
merasa orang penting dan dengan kata2nya sediri dia  berkata: " saya tukang 
sikut".Kalau D.N. AIDIT selalu menyuruh orang lain yang mengurus yaitu  Ketua 
Serikat Buruh  Lokal yang desegani oleh  para buruh lain. Terjadi pula 
"kucing2-an" soal  kelebihan bagasi yang tidak mau dibayar . Misalnya  dengan 
PANGGABEAN pemilik NV PIOLA yang selalu membawa KELEBIHAN bagasi yang sangat 
banyak  dan berusaha menyelundupan bagasinya dengan mengangkatnya melalui pagar 
restoran Airport dan John Lie yang menandatangani surat janji akan membayar 
tetapi kalau ditagih, hanya membayar
 sebagian saja.Hal ni terjadi karena harga kelebhan bagasi teper kilogram 
sangat mahal karena trayek yang jaug seperti Medan dan Menado yang ditempuh 
dngan peswat kecil yang tidak dapat memuat banyak sehingga selalu terpaksa 
mengeluarkan barang orang lain pada hal  sudah ber-minggu2 menungnggu.
Wasalam,
Wal Suparmo

--- On Tue, 15/7/08, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Wapres: 6 Presiden Harus Teladani Sikap Moh 
Natsir
To: [email protected]
Date: Tuesday, 15 July, 2008, 10:00 PM






Berarti enam Presiden juga harus meneladani DN Aidit juga ya,
soalnya biarpun DN Aidit dan Natsir berantem di parlemen dalam kasus
perdebatan Madiun Affair gara2 ajuan Djaksa Dali Mutiara serta
perdebatan dasar-dasar negara dalam sidang-sidang konstituante di
Bandung, DN Aidit dan Natsir tetap kawan dekat, sering makan bersama
di kantin dan terlihat berjalan bersama di pertokoan Braga.

Siapa bilang Sukarno tidak mau bicara pada Suharto, jelas2 Kalla
melakukan pembodohan sejarah, atau emang dia yang bodoh nggak ngerti
sejarah? Lha, Sukarno itu ingin sekali ngerti soal mengapa dia di
tapolkan, mengapa dia di internir,... tapi Suharto menghindar dari
Sukarno yang diusahakan untuk mati dibunuh oleh penyakitnya sendiri.

ANTON

Kirim email ke