Pada tanggal 16/07/08, Mohamad Ilmi Hussein <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > Saya adalah warga sekitar PLTA Riam Kanan dan penduduk asli kalsel. Semuanya > sediiiiiiiiiiiiiiiih lihat kondisi pulau kalimantan, dan tunggu tenggelamnya > aja kali. > > Mungkin pemimpin baru akan menghargai daerah yang banyak dikeruk kekayaan > alamnya akan mendapat perhatian lebih. Insya Allah > >
Memang benar pemberi nama kali mantan(bekas sungai). Oleh sebab itu saya sebenarnya kurang sepakat dengan sebutan kalimantan. Mendingan Borneo yang sudah dikenal di manca negara sejak dulu kala. Seperti ditempat saya tinggal ujung dari hulu sungai sebelah selatan pulau tersebut. Bagaimana tidak, sejak tahun 1889 isi perut bumi dihisap berupa minyak dan gas bumi, dipermukaan ada yang dikupas dan digali untuk mengambil batu bara sejak 1991 dan galian C lainnya. Belum lagi indahnya daun direbahkan pohon-pohon penyandang air. Reklamasi akan basi, reboisasi cuma alat promi. Terlupa kita akan mati, lupakah apa yang kita warisi. Bukan hal yang berbasa basi, bila kita bicarakan saat ini. Persiapan kedepan adalah suram, apakah kita kita tetap berselubung sebagai orang amam? Atau kita orang yang tidak mau dan/atau ga mau tahu tentang alam. Salam dari pedalaman Borneo... -- U're my inspirations "HAMBIN BASAMAAN" (pikul bersama-sama). Salam, Erwan susandi. ([EMAIL PROTECTED]) Terima kasih anda telah berkunjung ke www.langsatborneo.blogspot.com
