Waduh, apakah ada kegiatan ilegal di gudang LPG tersebut?
Ini perlu dicermati oleh semua pihak secara seksama.
Ini sekedar berbagi pengalaman saja.
Pengalaman saya di daerah, para pengusaha cenderung takut dengan wartawan,
karena banyak dari mereka cenderung "memeras" masyarakat yang melakukan
kegiatas ekonomi.
Biasanya yang melakukan itu wartawan dari Media yang tidak terlalu jelas.
Strateginya: biasanya ada serombongan orang masuk ke suatu lokasi, dan salah
satunya mengaku sebagai wartawan dari media "antah berantah" (karena nama
medianya tidak pernah terdengar didaerah tersebut dan Kantor Pusatnya juga
jaraknya bisa ribuan kilometer dari lokasi tersebut) dengan menunjukkan "surat
tugas" dari Pemimpin Redaksinya.
Setelah itu dia akan meminta seluruh anggota rombongannya (bisa terdiri dari
4 - 5 orang) untuk mewawancarai orang - orang yang ada disekitar lokasi
disertai potret sana, potret sini.
Jika "si Wartawan" melihat ada yang janggal, dia akan berupaya untuk
"memeras" pemilik usaha tersebut. Padahal sesuatu yang janggal menurut "si
Wartawan" belum tentu melanggar hukum.
Nah, daripada repot berperkara dengan pihak - pihak yang tidak jelas, yang
bisa banyak menguras energi, biasanya si Pengusaha pilih jalan damai dan
gampang, yaitu dengan cara memberikan Uang sesuai yang diminta oleh "si
Wartawan".
Umumnya para pengusaha di daerah sulit membedakan, mana Wartawan betulan dari
media terkemuka (yang sedang melaksanakan profesinya secara profesional) dengan
"Wartawan" yang tidak jelas medianya, yang cenderung berupaya untuk "meminta
bagian dari kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh masyarakat".
Jadi saran saya, sebaiknya hal ini dicermati bersama, apakah peristiwa ini
terjadi akibat si Pengusaha berupaya untuk menutupi Penyimpangan yang terjadi
atau sebetulnya tidak ada masalah, hanya saja dia sedang berupaya menghindari
"pemerasan" dari "wartawan" gadungan.
Salam,
Adyanto Aditomo
Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
TANJUNGPINANG, RABU - Koresponden Metro TV, Agus Fatur Rahman (Bagas)
bersama pembantu koresponden RCTI Henki yang bertugas di
Tanjungpinang, disandera centeng di gudang elpiji Bumi Gas, Jalan
Engku Putri, Tanjunginang, Kepri, Rabu (16/7). Penyanderaan oleh
centeng dan beberapa karyawan terjadi setelah kedua korban sempat
meliput ke dalam gudang tersebut berkaitan dengan kelangkaan elpiji
pascakenaikan harga bahan bakar tersebut.
Bagas dan Hengki disandera selama sekitar 15 menit. Semula, mereka
baru akan dibebaskan jika mau menghapus rekaman hasil liputan di
gudang tersebut. Namun, urung karena teman-teman wartawan segera
datang ke lokasi tersebut.
Begitu merasa terancam, Bagas dan Hengki langsung menghubungi
teman-teman wartawan lainnya. Sejumlah wartawan media cetak dan
elektronik mendatangi gudang Bumi Gas saat mendapat informasi
tersebut. Saat dicek, gudang itu sudah ditutup dan dijaga lima
centeng. Sempat terjadi kericuhan antara para centeng dengan wartawan
yang berniat membebaskan Bagas dan Hengki. Namun akhirnya, sejumlah
wartawan diperkenankan masuk ke dalam gudang.
"Setelah teman-teman datang baru saya lega," kata Bagas. Atas saran
wartawan yang bersimpati, akhirnya kasus itu dilaporkan Bagas kepada
Polresta Tanjungpinang. Di kantor polisi Bagas menunjukkan rekaman
hasil liputan di gudang Bumi Gas.
"Mulanya kami diizinkan Endang, salah seorang karyawan gudang. Tapi
setelah mengambil gambar, terjadi peristiwa yang membuat saya merasa
terancam," ujar Bagas setelah membuat laporan pengaduan di kepolisian.
"Karyawannya (Endang) saja tersenyum memberi keterangan," katanya.
Namun, sikap Endang berubah setelah seseorang menghubunginya.
"Bos tidak mengizinkan Anda mengambil gambar. Jadi tolong dihapus,
baru boleh keluar," ujar Endang. Atas penyanderaan itu wartawan yang
membantu Bagas, mencurigai kegiatan di gudang tersebut.
"Kalau tidak ada yang disembunyikan, mengapa kami dilarang masuk?
Kemungkinan ada masalah di gudang itu," ujar Humala Nasution,
koresponden SCTV.
WAH
Sumber : Antara
http://www.kompas.com/index.php/read/xml/2008/07/17/00120150/koresponden.metro.tv.dan.rcti.disandera.centeng
---------------------------------
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail.
br>Cepat sebelum diambil orang lain!
[Non-text portions of this message have been removed]