Jepang punya samurai, Indonesia punya keris yang kini
diakui dunia lewat UNESCO.
Lantas bagaimana dengan rencong di Aceh dan mandau
di Kalimantan yang juga artistik dan punya sejarah?
Apakah bisa ikut didaftarkan atau bagaimana?

Salam
Las

--- On Thu, 7/17/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] UNESCO Kukuhkan Keris Indonesia sebagai Warisan 
Dunia
To: [email protected]
Date: Thursday, July 17, 2008, 1:41 PM










    
            DENPASAR, RABU - UNESCO yang merupakan Organisasi Pendidikan, Ilmu

Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)

mengukuhkan keris Indonesia sebagai karya agung warisan kemanusiaan

milik seluruh bangsa di dunia.

   

"Dunia telah mengakui keberadaan keris Indonesia sekaligus mendapat

penghargaan dunia sejak 25 November 2005," kata pendiri sekaligus

Direktur Museum Neka Ubud Pande Wayan Suteja Neka, Kamis (17/7).

   

Ia mengatakan, sejumlah negara, antara lain Singapura, Brunei

Darussalam, dan Filipina, hingga kini belum berhasil mengukuhkan

kerisnya untuk diakui dunia.

Keris Indonesia, termasuk Bali, diakui sebagai karya agung warisan

dunia, dan ini  mendorong Suteja Neka menambah koleksi museum yang

telah dirintisnya sejak 26 tahun silam.

   

"Sejak tahun 1970 saya telah memburu dan mengoleksi keris, namun baru

ada keinginan untuk dijadikan koleksi museum bersama 413 koleksi

lukisan dan patung," tutur Suteja Neka.

   

Penambahan 218 keris tersebut merupakan hasil seleksi ketat yang

dilakukan pakar dan pejuang keris (Mpu) Indonesia, Ir Haryono

Haryoguritno dan Sukoyo Hadi Nagoro.

   

Keris merupakan senjata tradisional yang sangat berperan dalam

kehidupan manusia pada zaman dahulu hingga sekarang. Kebiasaan

memanfaatkan keris sebagai senjata, benda berwasiat, dan kelengkapan

upacara keagamaan telah membudaya dalam kehidupan masyarakat

Indonesia, khususnya masyarakan Hindu di Bali.

   

"Keris yang dijadikan koleksi museum karena unsur keindahan dan seni,

bukan karena berwasiat," ujar Suteja Neka.

   

Ia adalah pewaris pembuat peralatan perang, khususnya keris bertuah,

bahkan leluhurnya, Pande Pan Nedeng, adalah mpu keris dari Kerajaan

Peliatan-Ubud semasa Raja Peliatan ke-3 Ida Dewa Agung Djelantik yang

menduduki takhta pada abad ke-19 (1823-1845).

   

Pande Wayan Neka (1917-1980), ayah Pande Wayan Suteja Neka, dikenal

sebagai seniman patung dengan karya-karya yang unik dan bermutu,

antara lain patung garuda yang dibuat setinggi tiga meter untuk New

York World Fair, Amerika (1964).

   

Suteja Neka berharap, melalui museum ini mampu melestarikan dan

mengembangkan keris sebagai karya agung yang keberadaannya kini telah

diakui dunia.



MBK

Sumber : Ant



http://kompas. com/read/ xml/2008/ 07/17/0738542/ unesco.kukuhkan. 
keris.indonesia. sebagai.warisan. dunia




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke