hah...Pamusuk Eneste!!!!
Ya Allah, dari SD saya suka baca tulisan orang ini....
Saya masih inget waktu SD dulu baca tulisan2 Pamusuk Eneste di 
Kompas dan sebuah buku tua yang ada tulisan Sori Siregar, judulnya 
kalo nggak salah "telepon" yang bercerita tentang lelaki penjaga 
toko yang kesepian dan akhirnya bermain-main dengan telepon lalu 
mengakibatkan kejadian yang serius.

ANTON


--- In [email protected], "Agus Hamonangan" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Oleh PAMUSUK ENESTE
> 
http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/07/25/0102363/kenapa.berpetuala
ng
> 
> 
> Ada satu kata yang kian populer di media cetak beberapa tahun 
terakhir
> ini. Sayangnya, kata itu sebetulnya bentuk yang salah kaprah. Yang
> saya maksud adalah kata berpetualang!
> 
> Kata berpetualang telah menggeser kedudukan kata yang kaprah, yakni
> bertualang. Tidak percaya? Menurut penelitian ”Profesor” 
Google (15
> Juli 2008), berpetualang terdapat dalam 248.000 dokumen, sedangkan
> kata bertualang hanya dalam 60.600 dokumen.
> 
> Anehnya, berpetualang tidak hanya digunakan orang tak 
berpendidikan.
> Orang berpendidikan tinggi pun ikut larut dengan berpetualang. 
Simak
> saja kutipan berikut. ”Berpetualang untuk Berpromosi” judul 
berita
> Kompas, 2 Desember 2005. ”Di sana, anak-anak bisa diajak 
berpetualang
> di alam terbuka sambil belajar bercocok tanam dan kegiatan lain 
yang
> sulit dilakukan di daerah perkotaan” pada Kompas, 12 Juli 2008. 
”Suatu
> kali, saya bisa ikut bersama Harry Potter berpetualang dengan bubuk
> floo, melawan sihir Voldemort ….” pada Matabaca, Desember 2005.
> 
> Janganlah kaget, kutipan terakhir berasal dari penulis 
berpendidikan
> S-3. Namun, kalau kita tanya apa arti berpetualang, pemakai kata 
itu
> mungkin akan bingung sendiri. Kenapa? Kata berpetualang tak kita
> temukan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (Pusat Bahasa) atau 
Kamus
> Umum Bahasa Indonesia (Baduduâ€"Zain) atau Tesaurus Bahasa 
Indonesia
> (Eko Endarmoko).
> 
> Kata yang tercatat dalam kamus adalah bertualang, yang berasal dari
> akar kata tualang. Kata bertualang menurut KBBI Edisi Ketiga 
bermakna
> ’mengembara ke mana-mana’, ’selalu pergi ke mana-mana’. 
Tualang
> sendiri berarti ’beterbangan tidak keruan’ dan ’tidak tentu 
tempat
> tinggalnya (berkeliaran)’. Orang yang bertualang disebut 
petualang.
> 
> Proses pembentukan kata bertualang sama dengan berdagang dan 
berjuang.
> Kedua kata terakhir berasal dari akar kata dagang dan juang 
ditambah
> dengan awalan ber-. Selanjutnya, orang yang berdagang disebut
> pedagang, orang yang berjuang disebut pejuang. Kita hampir tak 
pernah
> mendengar atau membaca kata berpedagang atau berpejuang. Yang 
sering
> muncul hanya berpetualang dan frekuensinya sangat tinggi. Ini sudah
> terbukti dengan hasil penelitian ”Profesor” Google.
> 
> Kenapa muncul bentuk berpetualang? Saya menduga karena dua hal.
> Pertama, karena ketidaktahuan saja. Orang tak tahu bahwa 
berpetualang
> salah kaprah sehingga dipakai terus-menerus. Kedua, mungkin orang
> menganggap proses pembentukan kata itu sama dengan kata berpedoman 
dan
> berpengaruh. Kedua kata terakhir ini memang berasal dari kata 
pedoman
> dan pengaruh. Namun, haraplah diingat, kedua kata ini merupakan 
kata
> dasar yang mendapat awalan ber-.
> 
> Tidak demikian halnya dengan berpetualang. Memang berpetualang 
berasal
> dari petualang dan awalan ber-. Hanya saja kata petualang bukan 
kata
> dasar, seperti pedoman dan pengaruh. Kata petualang merupakan 
turunan
> dari tualang dan awalan pe-.
> 
> Pada hemat saya kita harus menghentikan petualangan kata 
berpetualang.
> Kalau Anda ingin bertualang, silakan saja, tetapi jangan bilang
> berpetualang.
> 
> PAMUSUK ENESTE Editor pada Sebuah Penerbit Buku
>


Kirim email ke