Saya dulu jg terpukau dg tulisan2 Emha, penggemar berat, mengikuti sepak 
terjangnya di Bang bang Wetan, Padhang Bulan dan Kenduri Cinta. Saya jadi ingat 
ia memuji Prabowo yg katanya menyelawatkan para aktivis yg diculiknya sbab 
perintah bunuh tdk dilakukan Prabowo. Prabowo hanya menculik dan disembunyikan. 
Dulu saya percaya cerita Emha itu. Tapi itu nantinya berbeda dg kesaksian para 
aktivis yg lolos dan ada banyak hilang hingga kini. Saya juga makin mikir, 
kalau Emha itu menentang Soeharto terang2an, kenapa ia tdk diganggu sama sekali 
oleh rezim yg gemar menangkapi dan merusak para penentangnya? Kenapa ia bisa 
menabuh bedhug bersama Soeharto yg baru
saja dicercanya? Kadang saya jadi mikir jangan2 dia itu agen yg menyamar? 
Curiga dari dasar rentetan fakta itu boleh. Bisa jadi hipotesis utk dicari 
buktinya lebih lanjut. Jika kini ia jadi agen Grup Bakrie, betapa kasihan nasib 
korban lapindo.


Subhan Toba wrote:
>             Bang sohib, gak usah memperkeruh suasana. ya kalo mau lempar 
> wacana seperti
> itu sekalian digelontorkan juga data-data terkait, minimal apa nama
> pesantrennya lah. Kalo cuma denger-denger masih mending infotainment di
> tipi. Juga apa bukti dia jadi corong penguasa, wong tulisannya sering
> berbunyi tentang rakyat kecil (cari daaaah di toko buku atowa internet).
> Maksudnya gak usah memperkeruh, tapi memang kalo bener kasus yang sekarang
> ini udah GILA BANGET kali ya Cak Nun...

Kirim email ke