Bagi yang berdiri jauh di atas pucuk angin sambil memandangi bayangan fakta 
dari kejauhan maka itu menjadi mirip gosip. Tapi bagi yang mengalami langsung 
itu menjadi pengalaman. Saksi adalah orang yang melihat sendiri, mendengar 
suara sendiri dan mengalami (bukan katanya). Di FPK memang menjadi gosip. Tapi 
di kalangan korban lumpur itu bukan gosip. Meski tak setiap hari saya mendengar 
keluh-kesah korban lumpur secara langsung yang terkotak-kotak dalam berbagai 
golongan yang tampaknya sengaja dipecah-belah untuk gampang melumpuhkan 
perjuangan mereka.

Kini kelompok Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) yang pernah memberi mandat 
tertulis kepada Emha Ngainun Nadjib itu telah terbelah, berdiri kelompok lagi 
bernama Gerakan Pendukung Peraturan Presiden 14/2007 (Geppres) yang berbalik 
arah dengan GKLL. Soal jumlah masih terus berkembang. Yang termasuk mereka 
jengkelkan adalah perilaku kelompok pendukung GKLL binaan Cak Nun yang memungut 
'uang jasa' dan menakut-nakuti korban lumpur Lapindo yang tidak mau menerima 
skema cash & resettlement yang digagas Cak Nun dan elite GKLL bersama PT. 
Minarak Lapindo Jaya.

Cak Nun apakah tahu soal pungutan dan kejengkelan anggota GKLL yang menyempal 
menjadi Geppres itu? Saya belum tahu sebab Cak Nun hanya hadir di permukaan 
percaya dengan para pengurus GKLL, contohnya Khoirul Huda yang baru-baru ini 
bersama Emha ke Jakarta dalam acara yang juga dihadiri Tim Pengawas 
Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (TP2LS) DPR yang pernah merekomendasikan bahwa 
semburan lumpur itu akibat gempa Jogja, bukan kesalahan pemboran.

Maka kami wajar jika harus waspada karena jika PT. Minarak Lapido Jaya buatan 
Lapindo Brantas Inc yang lahir tahun 2007 itu melawan cara penyelesaian Perpres 
No. 14/2007 dengan membuat model sendiri yang meresahkan dan membelah persatuan 
korban lumpur dan Cak Nun terlibat dalam merumuskan pola baru yang berakibat 
terpecahnya korban itu.

Umbu Landu Paranggi yang konon berada di Bali itu pernah membimbing Emha. Umbu 
adalah kebenaran dalam kesunyian, ia bukan kebenaran dalam keriuh-rendahan 
lalu-lalang manusia.... Ia tak akan menjawab tentang huru-hara manusia yang 
bertarung dalam takdir dan nasib kecuali dengan jawaban sunyi....

Salam.

--- Pada Kam, 31/7/08, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Soal Lapindo, Emha Ainun Najib Dinilai Telah 
Jadi Garong
Kepada: Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 31 Juli, 2008, 11:15 AM











            Berita tentang cak nun lebih mirip gosip ketimbang fakta. Lebih baik

kita endapkan dulu, liat perkembangan. Bagaimanapun jasa Cak Nun bagi

bangsa ini sudah kelanjur besar, sayang kalau kita terjebak pada

serangan informasi yang belum jelas.



ANTON



Anak didik Umbu Landu Paranggi

Kirim email ke