Nah ini baru pas Anton,Subagyo dan Winarko yang satu generasi dan satu level! 
Teruskan proses ASAH,ASIH dan ASUH anda sekalian. Saya sangat menghargai dan 
menikmati dinamika interaksi anda sekalian. Btw untuk Bung Anton, untuk masalah 
Emha Ainun Nadjib saya berada dikubu Winarko dan Subagio. Salam perjuangan Tjuk 
KS

--- Pada Kam, 31/7/08, subagyo sh <[EMAIL PROTECTED]> menulis:
Dari: subagyo sh <[EMAIL PROTECTED]>
Topik: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Soal Lapindo, Emha Ainun Najib Dinilai Telah 
Jadi Garong
Kepada: Forum-Pembaca-Kompas@yahoogroups.com
Tanggal: Kamis, 31 Juli, 2008, 3:09 PM










    
            Bagi yang berdiri jauh di atas pucuk angin sambil memandangi 
bayangan fakta dari kejauhan maka itu menjadi mirip gosip. Tapi bagi yang 
mengalami langsung itu menjadi pengalaman. Saksi adalah orang yang melihat 
sendiri, mendengar suara sendiri dan mengalami (bukan katanya). Di FPK memang 
menjadi gosip. Tapi di kalangan korban lumpur itu bukan gosip. Meski tak setiap 
hari saya mendengar keluh-kesah korban lumpur secara langsung yang 
terkotak-kotak dalam berbagai golongan yang tampaknya sengaja dipecah-belah 
untuk gampang melumpuhkan perjuangan mereka. 



Kini kelompok Gabungan Korban Lumpur Lapindo (GKLL) yang pernah memberi mandat 
tertulis kepada Emha Ngainun Nadjib itu telah terbelah, berdiri kelompok lagi 
bernama Gerakan Pendukung Peraturan Presiden 14/2007 (Geppres) yang berbalik 
arah dengan GKLL. Soal jumlah masih terus berkembang. Yang termasuk mereka 
jengkelkan adalah perilaku kelompok pendukung GKLL binaan Cak Nun yang memungut 
'uang jasa' dan menakut-nakuti korban lumpur Lapindo yang tidak mau menerima 
skema cash & resettlement yang digagas Cak Nun dan elite GKLL bersama PT. 
Minarak Lapindo Jaya.



Cak Nun apakah tahu soal pungutan dan kejengkelan anggota GKLL yang menyempal 
menjadi Geppres itu? Saya belum tahu sebab Cak Nun hanya hadir di permukaan 
percaya dengan para pengurus GKLL, contohnya Khoirul Huda yang baru-baru ini 
bersama Emha ke Jakarta dalam acara yang juga dihadiri Tim Pengawas 
Penanggulangan Lumpur Sidoarjo (TP2LS) DPR yang pernah merekomendasikan bahwa 
semburan lumpur itu akibat gempa Jogja, bukan kesalahan pemboran. 



Maka kami wajar jika harus waspada karena jika PT. Minarak Lapido Jaya buatan 
Lapindo Brantas Inc yang lahir tahun 2007 itu melawan cara penyelesaian Perpres 
No. 14/2007 dengan membuat model sendiri yang meresahkan dan membelah persatuan 
korban lumpur dan Cak Nun terlibat dalam merumuskan pola baru yang berakibat 
terpecahnya korban itu. 



Umbu Landu Paranggi yang konon berada di Bali itu pernah membimbing Emha. Umbu 
adalah kebenaran dalam kesunyian, ia bukan kebenaran dalam keriuh-rendahan 
lalu-lalang manusia.... Ia tak akan menjawab tentang huru-hara manusia yang 
bertarung dalam takdir dan nasib kecuali dengan jawaban sunyi....



Salam.



--- Pada Kam, 31/7/08, anton_djakarta <anton_djakarta@ yahoo.com> menulis:

Dari: anton_djakarta <anton_djakarta@ yahoo.com>

Topik: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Soal Lapindo, Emha Ainun Najib Dinilai Telah 
Jadi Garong

Kepada: Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com

Tanggal: Kamis, 31 Juli, 2008, 11:15 AM



Berita tentang cak nun lebih mirip gosip ketimbang fakta. Lebih baik 



kita endapkan dulu, liat perkembangan. Bagaimanapun jasa Cak Nun bagi 



bangsa ini sudah kelanjur besar, sayang kalau kita terjebak pada 



serangan informasi yang belum jelas.



ANTON



Anak didik Umbu Landu Paranggi




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Yahoo! sekarang memiliki alamat Email baru.
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke