Mang Ucup lupa, kalo bisnis CV Hadji Kalla besar dari merk-merk asing, lha yang datengin Toyota ke Makassar siapa?
ANTON --- In [email protected], uge basar <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Saya kira, bukan hanya merk asing tapi juga jasa-jasanya juga, mulai saja dari BUMN ga usah menunjuk masyarakat biasa. coba lihat para BUMN menggunakan perusahaan iklan asing (padahal cuma merk aja, yang ngerjain tetep kita-kita juga), pula banyak perusahaan iklan nasional yang kualitasnya juga sama saja. Teman-teman mengeluh, meski konsep iklan dibuat oleh orang kita, tapi kalau orang kita yang presentasi akan banyak sekali pertanyaan yang negatif dan merendahkan, tapi konsep yang sama dipresentasikan oleh orang asing, para direksi itu pada manggut-manggut, ga banyak pertanyaan malah bilang, good, excellent , beautiful. oke approve. Anekdot Bahasa Jawanya "Ne bule wisj menang separo...." > Jadi, penghargaan terhadap karya bangsa sendiri harus dicontohi, jangan cuma nyuruh orang lain nanti nggak ngefek(bahasa gaulnya.) > Misalnya, apakah Pak Kalla menggunakan kacamata buatan A Kasoem, Sepatu dan ikat pinggang buatan Cibaduyut? Telepon buatan PT Inti dll. kasih contoh akan lebih baik tapi contoh tersebut harus disosialisasikan biar jadi trend. > > Demikian...... > > > > Salam, > UAR
