Jaman Pak Harto juga banyak keluhan nggak ada dana, tapi diselesaikan dengan hutang, mangkanya nggak kerasa.
kadang-kadang orang yang berpikiran kerdil hanya berpikir tentang soal-soal kecil tapi jarang melihat aspek makronya, aspek visinya. Ekonomi di Jaman Bung Karno sebenarnya tidak payah-payah amat. Yang dibangun Bung Karno pada saat itu lebih pada kekuatan dalamnya, internal solidarity-nya tapi yang terjadi adalah sejak Gestapu dimana Yani cs plus Aidit dibunuh negara dijual habis-habisan. Perlu diingat pengangkatan Djuanda dalam zaken kabinet adalah kepedulian Bung Karno dalam manajemen. Sekarang kalo you berpikir pake otak waras, Bung Karno ini bukan saja memiliki kemampuan manajemen yang baik, kalo dibilang kemampuan manajemen Bung Karno jelek, bagaimana dia bisa membentuk suatu negara dalam keadaan darurat semasa 1945-1949, bagaimana ia bisa memainkan peran sebagai 'managing people' ditengah conflict of interest yang besar. Manajemen dalam pikiran saudara, jangan diletakkan pada Manajemen sebatas buku-buku manajemen textbook, tapi coba letakkan manajemen negara, manajemen yang lebih luas. Contoh saja Pemilu 1955, orang selalu bilang, Pemilu paling bagus adalah Pemilu 1955. Masalah Indonesia kekurangan pangan itu biasa, dalam perjuangan apalagi mau mandiri ada pengorbanan, tapi kita punya kehormatan. Mao juga merasakan, Nehru juga merasakan, dan banyak founding fathers mengalami masa-masa itu. Hanya saja Sukarno memiliki Jenderal pengkhianat, penjual negara yang menghancurkan visi besar beliau. jadi bila Bung Karno dibilang Leadership zonder kemampuan management, itu omong besar orang yang nggak ngerti sejarah dan kebanyakan nonton film G30S/PKI buatan Arifin C Noer saja. Lalu siapa bilang negara kita dimusuhin model Zimbabwe, sungguh cekak pikiran orang ini, yang bilang seakan-akan Bung Karno sendablek Robert Mugabe...Indonesia dimusuhin kan kata buku2 bikinan penulis- penulis barat. Yang fair-lah BK ini kuat sekali visi-nya, ia paham tentang Nekolim yang kemudian sekarang aspek Nekolim ini berlangsung sempurna dan jadi akar masalah dunia saat ini. Jadi anda secara tidak langsung bilang Manajemen Pak Harto lebih bagus, lha bagaimana dibilang Manajemen bagus, kalau semua perintah berlanjut dengan ancaman todongan pestol atau pembunuhan. Suharto membangun manajemen dengan sistem teror, jadi yang kemudian terjadi adalah 'manajemen ketakutan'. Saya boleh bilang, Manajemen birokrasi di jaman Bung karno masih jauh lebih baik ketimbang manajemen birokrasi Suharto, setidak-tidaknya di jaman Bung Karno, mental birokrat nggak rusak kayak sekarang. Ngemeng-ngemeng Jusuf Muda Dalam....cucunya pernah saya pacarin yang keturunan Jerman itu hahahaha.... ANTON ANTICELLI --- In [email protected], "R. H. Uno" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Biasanya yang langsung keluar sungutnya kalau ada yang bicara ttg Bung > Karno adalah pk. Anton. > > > Ayo pak, keluarkan aji2mu he he he > > > salam&sori,Opung
