http://www.kompas.com/read/xml/2008/08/04/23070042/tkw.asal.magelang.disuruh.makan.pasir

KUALA LUMPUR, SENIN - Seorang tenaga kerja wanita (TKW) asal Magelang,
Jateng mengalami penyiksaan dari majikan Malaysia. Penyiksaan seperti
tidak dibayar gajinya selama satu tahun, sering dipukuli, dan dipaksa
minum detergen atau makan pasir.
    
"Selama setahun saya bekerja hanya bisa keluar rumah sebanyak tiga
kali. Selama setahun, saya tidak menerima gaji. Ditambah sering
disuruh minum air detergen atau makan pasir tapi saya tolak," kata
Pujianti, 16 tahun asal Magelang, di KBRI Kuala Lumpur, Senin.
     
Karena tidak tahan disiksa dan tidak diberi gaji, ia akhirnya
melarikan diri dari rumah majikan pada Kamis pagi (31/7) ketika
majikannya menerima telepon di lantai 2. Ia meninggalkan rumah majikan
di jalan Ipoh kemudian berjalan menyusuri sungai ke arah Kuala Lumpur.
    
Di tengah jalan, ia bertemu seorang laki-laki yang juga warga
Indonesia. Laki-laki itu kemudian membawa ke rumahnya untuk diberi
makan dan istirahat. Setelah itu, Pujianti dibawa ke kantor polisi
untuk membuat pengaduan.
    
Polisi Malaysia kemudian mendatangi rumah majikannya dan menahan
majikan laki-laki untuk diinterogasi. "Padahal yang selalu menyiksa
saya adalah majikan perempuan," kata TKW itu.
    
"Saya pun hanya diberi makan satu kali per hari," kata Pujianti. Ia
mengaku menyesal bekerja di Malaysia dan hanya menuntut pembayaran
gajinya. Pujianti enggan menuntut majikannya yang sering memukul
dengan kayu hingga badan memar-memar dan bibirnya pecah.
    
Kepala Satgas pelayanan dan perlindungan WNI Amirudin mengatakan, akan
segera memanggil agen pemasok TKI dan majikannya untuk menyelesaikan
kasus ini. "Ini bukti kelemahan agensi tidak melakukan kontrol
terhadap majikan dan PRT Indonesia.

ABI
Sumber : Ant

Kirim email ke