Ada juga Recomba atau Recoma seiring terkepungnya RI (Republik
Jogja), Recoma itu berarti Republik Comeback, berada di pesisir Utara
Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Lie Hock Thay, bukannya itu Masagung? yang dulu juga buka firma bal-
balan partai rokok Thay San?

Di jaman Tahun-Tahun Berbahaya 1959-1965, saya adalah orang yang
berpendapat sikap Hatta dan Sjahrir plus teman-temannya tidak berguna
sama sekali, justru yang dipikirkan Sukarno adalah sebuah masa urgent
untuk itu diselenggarakan REVOLUSI. Kesadaran konstelasi
Internasional pada Hatta dan Sjahrir sama sekali tidak ada. Jadi
Republik Indonesia 1959-1965 masuk dalam tahapan zona dua yaitu mulai
terbentuknya Imperialisme Internasional. Hatta dan Sjahrir sama
sekali tidak pernah menyinggung ini. Hanya Sukarno yang sadar pada
kejadian ini.


ANTON


--- In [email protected], Wal Suparmo
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
> Kalau disebut Republik tahun 1945-1949 adalah Republk DJOKJA yang
hanya terdiri dari beberapa provinsi malah sesudah clash II, hanya
beberapa karesidenan saja.
> Setuju bahw tentang peranan Bung Hatta yang  lebih rational, juga
banyak membantu dalam management karena waktu itu DWI TUNGGAL belum
pecah.
> Tentang balasan kepada  LIE HOCH THAY , hanya berupa kaca2
showroomnya  di Cikini Raya, yang dilempari batu oleh anak2 ex TP
> Wasalam,
> Wal Suparmo

Kirim email ke