Duit mah nggak kenal akar budaya, Mas.... ANTON
Hadjablah Bakrie Bila Lapindo Tak Bertanggung Djawab! --- In [email protected], iwan piliang <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Salam, > > Dalam salah satu milis telekomunikasi yang saya ikuti, ada undangan berdiskusi industri budaya hari ini di Galeri Nasional. Sebagai sosok yang berperhatian ke dunia ini, entah mengapa kaki saya berat melangkah datang. > > Siang saya baca di Kompas.com, sebagai mana dibawah terlampir ini. > > Salah satu muara kebudayaan adalah: Mingkatkan kualitas peradaban. Karena Komunitas Budaya Indonesia (KBI) yang diluncurkan hari ini, didukung pribadi oleh Aburizal Bakrie, saran saya, tolong diselesaikan urusan masyarakat Sidoarjo dengan tuntas, yang telah tercerabut dari akar budaya. > > Agaknya ini akan sangat bermartabat dilakukan oleh KBI - - entoh, Aburizal secara pribadi mendukung KBI. > > Mungkin itulah harusnya program utama KBI, selain berseminar. > > wassalam, > iwan piliang > > Aburizal Bakrie Luncurkan Komunitas Budaya Indonesia > Rabu, 6/8/2008 | 11:44 WIB JAKARTA, RABU- Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Aburizal Bakrie, Rabu (6/8), di Galeri Nasional, Jakarta, meluncurkan Komunitas Budaya Indonesia (KBI). KBI akan menjadi pusat gerak untuk upaya mengetengahkan peranan kebudayaan dalam bina bangsa dan bina negara. > "Saya harapkan KBI tak hanya jadi suatu organisasi yang hanya menggelar seminar-seminar, apalagi event organizer. Saya berharap KBI punya kantor sendiri, alat-alat organisasi dan organisasi ini mesti berkembang. Punya library yang baik dan lengkap," kata Aburizal Bakrie, yang datang telat dari dari jadwalnya. > Pada acara peluncuran diperkenalkan tim inti KBI, yakni Azyumardi Azra (berhalangan hadr), Edi Sedyawati, Putu Wijaya, Sapto Raharjo, Putu Wijaya, Sugihartatmo, Taufil Abdullah, dan termasuk Aburizal Bakrie. KBI sebagai pusat gerak, semata-mata bertujuan memperluas kesadaran masyarakat Indonesia akan adanya sejumlah permasalahan budaya di dalam tubuh bangsa Indonesia, yang apabila dibiarkan tak terkendali akan berpeluang melemahkan bangsa, dari segi martabat maupun daya saingnya. > Aburizal Bakrie mengatakan, persoalan budaya memang kurang mendapat perhatian. Tidak seperti persoalan sandang pangan, kesehatan, dan pendidikan yang mendapat perhatian besar. Padahal, persoalan budaya adalah persoalan mulia. "Sekarang baru peluncurannya, bentuknya belum. Saya akan dukung secara pribadi," tandas Aburizal Bakrie yang juga mendukung Achmad Bakrie Institute dan Freedom Institute. > KBI akan mendalami dan "intervensi" isu-isu pokok hubungan antarbudaya, industri budaya, jejaring data budaya, seni tradisi, perubahan budaya, dan orientasi budaya kaula muda Indonesia. Bertolak dari isu-isu pokok itu, maka kegiatan KBI dapat berupa kegiatan- kegiatan pembahasan tatap-muka, yang dapat berbentuk seminar,lokakarta, maupun diskusi-diskusi kecil yang tersebar. Juga ada penelitian, penerbitan (bentuk cetak, auditif maupun audia visual. (NAL) > > [Non-text portions of this message have been removed]
