Pak Rob, julukan saya bertambah, dari pemfitnah jadi pemfitnah dan fasik. Ya 
Allah, alhamdulillah gelarku bertambah. Subagyo, Pf., Fsk. Hahaha... Memang, 
pasti banyak yg tdk terima kalau idolanya kyai wali diisukan macam2. Sudahlah 
gak usah dirembug, namanya juga fitnah. Pemfitnahnya sudah jelas ini. Yg 
difitnah tambah senang wong wali pasti senang difitnah, tambah derajatnya 
sampek maqom mahmud. Dosa ya saya pikul. Memang Allah bikin neraka tdk diisi? 
Saya masuk neraka karena izin dan kehendak Allah ya disyukuri... Jangan 
bicarakan lagi Cak Nun pak, wong sudah diselesaikan dg mubahalah kok tdk 
selesai2. Kita bahas lainnya aja.



mangoenpoerojo roch basoeki wrote:
>             Rekan-rekan, Masalahnya tidak se-instan itu, tidak seperti 
> merukunkan suami-isteri (yang itupun sulitnya bukan main). Saya yakini benar 
> akan kebenaran suara para korban lapindo yang digaungkan oleh Cak Bagio, 
> Winarko dll. Datanya terbeber lengkap dalam buku saya "Kerugian Bangsa Akibat 
> Lumpur Sidoarjo", dari participation- research selama 1 tahun lebih. Saya 
> sangat mengerti jalan pikiran Cak Nun yang ingin menyolusi dengan bijak 
> melalui nilai "win-win solution". Saya kira ini bukan bisnis para pihak yang 
> equal, yang sama-sama berhak menang. Yang terjadi adalah antara "keterpaksaan 
> rakyat kecil/korban" dengan "peluang politik" bagi yang berkemampuan. Contoh 
> konkret adalah perilaku DPR-RI dalam kasus ini, mereka sudah merasa WIN 
> ketika menyebut "fenomena alam". Sementara yang menerima
>  20% dan kelihatan senang itu artificial sifatnya, karena mereka belum pernah 
> pegang segepok duit senilai jutaan rupiah. Ini bukan WIN. Bertabahlah para 
> korban, Tuhan pasti bersama kalian. Salam dari Sumatera, robama.

Kirim email ke