Mkasudku bawa nama kakak , cuma bhw sy yakin and apatsi seorang intelektual.
Karena anda akan bertarung di kabupaten 50 kota , dimana orang tua saya berasal ( situjuh dan suliki) , saya harap lho, kalau menang jangan sampai mengecewakan rakyat 50 kota/Sumbar. Dan spt nya anda ngerti keberatan pd Golkar (dulu) , ya tunjukkan aja deh.. Kalau nggak tahu ya kebnagetan.., kan udah banyak yg jelaskan kenapa keberatan ikut Golkar.., itu artinya berharap pada anda lho.., sedih kalau and aikut jadi kotor.. Soal CSIS dan liberal.., ya kadang kadang nggak nampak seperti diluarn, saya pernah mencap Marie Pangestu sbg liberalis tulen, tapi setlah berinteraksi agar sering akhir akhir ini, ya rasanya gak gitu gitu banget , mungkin justru info salah yg dia teriima dari bawahannya , yg "kurang beres" membuat dia ambil kebijakan yg seringkali terlalu liberal. Tapi paling nggak, dia kini sudah bilang bhw hypermarket gak boleh dekat dekat pasar tradisional misalnya. Beda banget dgn temanku si Sohib yg kepala batu soal ini.. Entahlah kalau keberpihakan ke pasar tardisional ( termasuk mengusahakan dana yg lumayan buat upgrade pasar) , cuma sikap menjelang pemilu yg sadar issue beginian cukup populis.. Tapi tasanya gak begitu .. Aniwei.., kalau anda yakin bis aberbuat sesuatu bagi bangsa dan negara .( bukan buat pribadi spt biasanya orang golkar) . , ya jalan aja, maju aja.., dan toh saya berharap Golkar kalah di Pemilu ini... 8-) HS At 12:08 AM 20-08-08, you wrote: >waduh, jangan bawa kakak saya, dong. partai >kakak saya beda dengan saya. tapi saya hormati >pilihan politik kakak saya itu. yg jelas, ayah >dan ibu dukung saya, bukan kakak saya. >� >nah, ini kan modal 2 suara untuk menang. >� >gitu aja koq repot. >� >ijp
