Bung Budiman, saya setuju dengan kalimat anda "bukan apa yang bisa kita raih 
dalam hidup, melainkan apa yang kuinginkan untuk orang kenang dan ingat diriku 
setelah kematianku". Menjadi pemimpin saat ini dan mungkin yang akan datang, 
sulit mencari orang dengan pikiran seperti ini. Seandainya kita bisa meyakinkan 
calon pemimpin masa depan dengan ungkapan ini, mungkin kita bisa berharap ada 
perbaikan pada nasib rakyat. Sayangnya, belum ada calon pemimpin yang memiliki 
karakter ini. Saya berharap anda akan maju dan terpilih menjadi wakil rakyat di 
DPR pemilu mendatang (2009).



Salam,



Yohanes



From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf 
Of Budiman Sudjatmiko
Sent: Tuesday, July 08, 2008 4:02 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Sultan and Budiman For Presiden



Mungkin kita harus mulai sering bertanya 'bukan apa yang bisa kita raih dalam 
hidup, melainkan apa yang kuinginkan untuk orang kenang dan ingat diriku 
setelah kematianku.' Bahwa dalam politik kekuasaan menjadui sentral, itu memang 
HARUS DEMIKIAN. Kalau orang terjun ke politik, tp yg jadi insentif-nya adalah 
kekayaan/laba dlm bentuk uang, tentu itu akan salah jalan. Lebih baik, dia 
berbisnis...Untuk itulah, tak terhindarkan orang yang terjun ke dunia 
politik� menganggap bhw otoritas yang real dan efektif (kekuasaan politik) 
merupakan prasyarat bagi sebuah realisasi visi, idealisme, cita-cita mulia dan 
bakan juga hasrat seksualnya, atau motivasi-motivasi lain yang bersifat 
purbawi...
Saya sendiri�merasa bahwa posisi sebagai wakil rakyat di DPR pd Pemilu 2009 
merupakan sbh peluang untuk menguji diri, apakah saya bisa survive dan tetap on 
the right track. It's worth trying...
�
wassalam
�
Budiman�

Kirim email ke