Maaf, sumber berita dari media lain....

http://tribunbatam.co.id/index.php/berita-utama/pejabat-tampar-pramugari-lion

Pejabat Tampar Pramugari Lion  [image: Cetak halaman ini dalam bentuk
PDF]<http://tribunbatam.co.id/index2.php?option=com_content&do_pdf=1&id=14172>
 [image:
Cetak halaman 
ini]<http://tribunbatam.co.id/index2.php?option=com_content&task=view&id=14172&pop=1&page=0&Itemid=980>
 [image:
Kirim halaman ini kepada rekan Anda via
E-mail]<http://tribunbatam.co.id/index2.php?option=com_content&task=emailform&id=14172&itemid=980>
  Rabu,
27-08-2008 | 01:37:42

*BATAM, TRIBUN* - Ini mungkin pertama kali dalam sejarah penerbangan di
Indonesia. Seorang penumpang pesawat Lion Air tiba-tiba menampar pramugari
bernama Aski (23),  di pintu pesawat saat turun di Bandara Hang Nadim,
Batam, Selasa (26/8), sekitar pukul 13.30 WIB.

Pria yang menampar pramugari adalah satu dari 40 anggota rombongan pejabat
Departemen Tenaga Kerja (Depnaker) dari berbagai daerah yang berkunjung ke
Bintan dan transit di Batam. Rombongan tersebut berangkat dari Bandara
Soekarno-Hatta, Jakarta.

Peristiwa tersebut diketahui ketika tiba-tiba terjadi kegaduhan di terminal
kedatangan. Puluhan anggota rombongan itu terlibat adu mulut dengan beberapa
awak kabin Lion Air.

Menurut informasi yang dihimpun Tribun di bandara, pramugari itu sedang
berdiri di pintu, mempersilakan para penumpang turun sambil tersenyum dan
mengucapkan terima kasih. Tiba-tiba dia malah ditampar.

Kapolsek Bandara Hang Nadim AKP Firdaus membenarkan adanya perbuatan tidak
menyenangkan yang diadukan pramugari Lion Air bernama Aski. Korban mengaku
pipi kirinya ditampar dengan tangan kiri oleh seorang penumpang. Hanya saja,
kasus ini tidak secara resmi dilaporkan ke Polsek, karena berselang 15 menit
kemudian, pramugari itu harus bertugas lagi untuk penerbangan berikutnya.

"Pelaku tidak kita amankan karena ada kesepakatan dan jaminan dari ketua
rombongan. Pelaku dilepaskan karena insiden ini ditargetkan sebagai
pembelajaran saja. Karena tidak ada laporan resmi, kita tidak proses secara
hukum.

Lain ceritanya, kalau korban secara resmi melaporkan kalau dirinya telah
dipukul oleh seorang penumpang. Selain itu, diduga juga pelaku dari
rombongan pejabat tenaga kerja ini agak stres,"ujar AKP Firdaus kepada
Tribun di Bandara Hang Nadim. Sayang, dia enggan menyebutkan identitas
pelaku.

Dijelaskan Firdaus, kronologi kejadian berawal dari rasa kesal pelaku dan
rombongan lain lantaran keterlambatan (delay) hampir 2 jam di Bandara
Soekarno-Hatta.Ujung-ujungnya, selama penerbangan, pelaku bersikap seperti
tertekan. Dia sempat meminta pramugari memeriksa kesehatannya.

"Puncaknya, ketika pesawat baru mendarat. Pelaku berdiri dan pramugari
langsung menegur pelaku untuk duduk. Ketika satu per satu penumpang turun,
tiba-tiba pelaku yang juga hendak turun, melayangkan tangannya ke Aski.
Korban tidak terima dan bersama pilot korban langsung mengadukan ke kantor
kita,"ujar Firdaus.

"Sejauh ini baru itu versi yang kita dapat. Sedangkan pelaku yang dalam
keadaan tidak terkontrol jiwanya, langsung diamankan oleh rombongan lain
menuju bus penjemputan yang telah menunggu,"lanjut Firdaus.

Menurut Firdaus, rombongan berjumlah 40 orang pejabat dari berbagai kota
yang datang ke Batam hendak melakukan kunjungan kerja selama dua hari.
Rombongan juga akan kembali ke Jakarta dengan menggunakan pesawat Lion juga,
Jumat mendatang.

"Di sinilah kita tekannya. Kalau pengakuan teman-teman, pelaku dinyatakan
mengalami tekanan mental dan agak stres. Maka sementara kita lepas karena
memegang kata-kata bahwa dia stres. Kita akan minta ke ketua rombongan, agar
pelaku dibuktikan apakah stres karena dibuat-buat atau stres sebenarnya. Ini
penting, karena di saat  pelaku pulang nanti,  dipastikan tidak boleh naik
pesawat lagi. Takut kejadian sama terulang lagi,"kata Firdaus.

*Pejabat
*Kendati identitas pelaku tidak diungkapkan, beberapa petugas keamanan di
Bandara Hang Nadim mengatakan, dia adalah seorang pejabat penting dari Dewan
Tenaga Kerja Pusat.

Informasi yang diperoleh, para pejabat tersebut berasal dari berbagai
daerah, di antaranya Banten dan Tangerang. "Mentang-mentang pejabat, masak
main pukul saja,"sesal seorang petugas keamanan bandara.

Menanggapi kasus tersebut, Herlan, Station Manager Lion Air Batam mengaku
belum paham duduk persoalannya. "Sifatnya baru pengaduan, tidak membuat
laporan secara resmi. Secara jelas kronologinya kita belum paham betul,
karena korban harus kembali bekerja. Dia harus terbang lagi ke Jakarta,"ujar
Herlan.

"Kita akan memastikan kondisi fisik korban dulu dan harus dilakukan visum.
Kalau memang berakibat fatal, maka korban akan melanjutkan aduan tadi
menjadi pelaporan. Semua memang tergantung korban juga,"imbuh Herlan.

Informasi dari rekan-rekan pelaku penamparan yang berkumpul di depan Polsek
Bandara, satu yang dianggap paling tua, mengatakan bahwa kejadian itu muncul
akibat buruknya pelayanan yang diberikan oleh pramugari Lion selama
penerbangan berlangsung.

"Mulai dari terlambat 1,5 jam lebih hingga pelayanan di atas pesawat.
Pramugari selama di atas pesawat mondar-mandir terus, sambil menjajakan
aneka barang. Seakan-akan dari pihak penerbangan tidak ada rasa bersalah
atas kejadian sebelumnya. Untuk itu, kami minta agar manajemen Lion Air
memerhatikan sikap pramugari yang kami anggap tidak layak melayani penumpang
selama penerbangan,"ujar seorang wakil rombongan.*(ded)*


-- 
regards,




udhien
----------------------------------------------------------
email : [EMAIL PROTECTED]
website : http://www.udhien.net - TECHVOLUTION
Deviant : http://techvolution.deviantart.com - My Selected works of
photography
Playground : http://www.slash.web.id - Indonesian IT Updates!


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke