Cak Bambang eh...Bung Bambang, Menurut saya ya sah-sah saja kalo Bung Daniel Dhakidae berkeyakinan seperti itu lah wong beliau itu cuma ngeliat dari sudut target maksimal dari calon serta para pendukung calon independen nya doang yaitu "Kursi Presiden" Sementara itu target minimalnya luput dari pengamatan beliau !
Apa itu target minimalnya ? menurut ku diantaranya adalah : 1. Amandemen UU Pilpres beserta segala aturan dibawahnya sebab, bertentangan dengan UUD'45 dimana UUD'45 menjamin setiap warga negaranya berhak dipilih dan memilih tanpa ada embel-embel kudu melalui parpol atawa serumpunnya, selanjutnya UUD'45 menjamin setiap warga negaranya sama kedudukannya dihadapan hukum. 2. Secara demokratis dan konstitusional mendorong agar disatu sisi parpol-parpol yang ada segera berbenah diri kembali ke khittohnya yaitu sebagai salah satu pilar demokrasi, bukan seperti selama ini dan sekarang sebagai batu loncatan mencari kedudukan secara instant sekaligus sebagai alat merampok kekayaan negara, disisi yang lainnya jumlah parpol ga saban 5 tahunan nambah maning sebab, orang ga kudu bikin parpol baru kalo kebelet pengen "nyapres" Bung Bambang, mohon maap sebelumnya ada yang ngeganjal dihati ku terhadap mu ! sekali lagi nuwun sewu or mohon maap ya Mas... sebelumnya. KPU periode 1999-2004 kalo ga salah sampeyan adalah salah satu anggotanya so, seingat ku dipenghujung masa bhaktinya ada sisa kasus yang entah dah clear ato belon ? Adapun kasusnya adalah para mantan anggota KPUnya pada ga mulangin mobil dinas mereka berupa kalo ga salah "Kijang Kapsul" gimana Kangmas kelanjutan dari kisah sedih tsb apakah dah clear ? Mohon patromaks nya Kang...agar daku tidak gampang jatuh cinta pada pandangan eh...obrolan pertama (smile) meminjam istilahnya Pak Haniwar Syarif. Salam hangat, Suhaimi ----- Original Message ----- From: Bambang Sulistomo To: [email protected] Sent: Thursday, August 28, 2008 6:54 AM Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Calon Independen Tak Akan Berjaya om daniel, jangan bikin capres independen gregetan dong !, sebaiknya anda utarakan aja bahwa negera ini perlu calon alternatif yang berkualtas dan mempunyai komitmen tinggi soal kerakyatan. anda sebaiknya juga harus kuatir akan munculnya seorang pemimpin yang sebenarnya adalah "mengusung feodalisme baru" yang pada akhirnya dia akan minta "sabdo pendito ratu" , akhirnya nanti semua akan menyesal seperti saat ini, salah milih hanya ber-alasan "asal golongan kita " hehehehe , salambambangsulistomo
