sosialisme apa harus selalu ditegakkan dengan jalan pemerintahan yang
otoriter ? selama ini ada orang-orang yang berfikir sosialis tapi ingin
menerapkan sosialisme seperti dengan mengabaikan keinginan rakyat, siapa
yang lebih pintar dari saya, kata orang-orang  itu !   selain iitu ,
teman-teman saya itu sangat mendua dalam semangat  penegakkan hukum dan
keadilan, sehingga seringkali rakyat pinggiran dibiarkan jadi korbannya
penguasa. saya sering mengatakan, kalau ingin jadi sosialis, jadilah sebagai
sosialis yang lahir batin, jangan dimulut aja sosialis, tapi sebenarnya
mengingkari demokrasi atau kedaulatan rakyat (artinya kalau belum berkuasa
selalu bicara demokrasi, tapi setelah berkuasa meludahinya dengan
menghalalkan segala cara  bos hehehehe) salambambangsulistomo.

On Wed, Aug 27, 2008 at 7:51 AM, anton_djakarta <[EMAIL PROTECTED]>wrote:

>   Sosialisme adalah persoalan politik, dan jalan politik terhadap
> negara moderen yang beradab adalah persoalan suara yang diperjuangkan
> dalam Pemilu, dan persoalan Pemilu adalah persoalan pilihan politik.
> Pilihan Politik ditentukan kecerdasan dalam memilih. Jadi akar dari
> semua itu adalah Mencerdaskan kehidupan bangsa. Jadi konci untuk
> membuka pintu sosialisme itu sendiri adalah "Upaya-upaya penyadaran
> rakyat untuk memahami bagaimana Kapital bekerja dan bagaimana Kapital
> bisa menyejahterakan dalam tatar yang sama, tidak dalam tatar-tatar
> yang dipersempit menjadi milik satu minoritas atau kaum Oligarkis"
>
> Dan kerja pencerdasan ini sesungguhnya bisa dilakukan oleh Partai.
> Partai yang hidup bukanlah Partai yang hanya bisa bertarung dalam
> Pemilu. Partai yang hidup adalah Partai yang berkesadaran tidak hanya
> merebut kekuasaan tapi punya idealisme bagaimana masjarakat ideal
> bisa dipandu, bisa diarahkan menjadi sebuah cita-cita bersama.
>
> Anton

Kirim email ke