Tidak jelas apa alasannya yang dari Jakarta dapat nasi kotak
sementara yang lokal (daerah) jatahnya nasi bungkus?

Juga mengapa dressing-room (ruang rias/berpakaian) harus beda
antara yang dari Jakarta dan daerah?

Kalau yang namanya makan siang ya pada waktunyalah (siang hari)
jangan berlarut jadi makan sore.
Kasihankan kalau para seniman yang berpartisipasi terpaksa cari
panganan sendiri (beli sendiri) karena kelaparan!

Penyelenggara (panitia) lain kali lebih profesionil dalam ngurusin
yang begini!
Kecil masalahnya tapi besar akibatnya, imagine that!
All the best buat seniman Didik Hadiprayitno dkk!

Salam
Las

--- On Thu, 8/28/08, ghozan_gmail <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: ghozan_gmail <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Artis Mendapat Nasi Kotak, Seniman Daerah Nasi 
Bungkus
To: [EMAIL PROTECTED], "forum pembaca" <[email protected]>
Date: Thursday, August 28, 2008, 12:39 PM










    
            Artis Mendapat Nasi Kotak, Seniman Daerah Nasi Bungkus

Sebagai salah satu pengisi acara dalam acara Pesta Merdeka Yamaha 2008 yang 
cukup sukses diselenggarakan Trans 7 di Prambanan, Jawa Tengah, pada 18 Agustus 
2008 saya merasakan diskriminasi dan perlakuan beberapa kru Team Work Trans 7 
di lapangan yang mengecewakan.



Seyogianya jam makan adalah pukul 13.00, bukan pukul 16.30. Padahal, saya sudah 
menanyakan makan siang berkali-kali. Bahkan, kurang etis kalau membedakan 
penyajian makan antara artis dari Jakarta yang diberikan nasi kotak dan seniman 
daerah yang diberikan nasi bungkus.



Oleh karena itu, saya terpaksa membeli makan siang dan makan malam sendiri 
sejumlah 40 buah untuk penari dan kru, termasuk anak-anak yang sudah sangat 
kelaparan. Tenda tempat rias juga seharusnya tidak dibedakan, kalau semua 
beralaskan rumput, sebaiknya semua beralas rumput.



Semoga hal ini tidak terulang lagi dan menjadikan pelajaran bagi kita bersama 
sebagai manusia yang tidak sempurna, mengingat bahwa kerja sama sudah terjalin 
lama. Sebagai bangsa Indonesia yang sedang menggalakkan persatuan dan 
meningkatkan rasa nasionalisme seharusnya bertindak manusiawi. Didik 
Hadiprayitno Jatimulyo Baru G/14 YK, Tegalrejo, Yogyakarta



http://cetak. kompas.com/ read/xml/ 2008/08/28/ 00350398/ redaksi.yth



[Non-text portions of this message have been removed]




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke