Laporan wartawan Kompas.com Inggried Dwi Wedhaswary http://kompas.com/read/xml/2008/08/28/12163211/prabowo.menyodok.di.polling.tns
JAKARTA, KAMIS - Hasil polling menjelang Pemilu 2009 semakin marak dilakukan. Polling yang menunjukkan Megawati-SBY salip menyalip, mungkin sudah biasa. Namun, hasil polling Taylor Nelson Sofers (TNS) Indonesia untuk National Leadership Center (NLC) memperlihatkan hasil yang mengejutkan. Nama Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto (peringkat 3, 11 persen) masuk dalam jajaran tiga besar bersama Megawati (28 persen) dan SBY (27 persen). Hasil polling ini sangat berbeda dengan hasil-hasil survei yang selama ini dipublikasikan, di mana nama Prabowo selalu berada di posisi paling buncit. Polling dilakukan dengan teknik wawancara dari rumah ke rumah terhadap 2000 calon pemilih berusia 17 tahun ke atas dan dilakukan di 30 provinsi. Research Director TNS Indonesia Yanti Zen memaparkan, responden diajukan pertanyaan siapa yang akan dipilih sebagai presiden, dengan beberapa nama kandidat yang disodorkan. Nama-nama yang ditawarkan adalah Megawati, SBY, Prabowo Subianto, Sri Sultan Hamengkubuwono X (6 persen), Wiranto (5 persen), Abdurrahman Wahid (4 persen), Jusuf Kalla (2 persen), Sutiyoso, Akbar Tandjung dan Surya Paloh masing-masing 1 persen, serta Aburizal Bakrie dan Amien Rais dibawah 1 persen. "Kalau kita lihat, Mega dan SBY bersaing ketat. Kami juga surprise dengan hasil ini. Kenapa mereka (pemilih) bisa memilih tokoh-tokoh itu, persisnya mereka yang tahu. Dugaan kami, peran media elektronik luar biasa," kata President Director National Leadership Center Taufik Bahaudin, saat ditanya tentang masuknya nama Prabowo pada jajaran 3 besar capres, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (28/8). Sementara, saat dikerucutkan nama kandidat pada tujuh tujuh orang, SBY justru menempati posisi teratas dengan 32 persen, diikuti Megawati (31 persen), Prabowo Subianto (23 persen), Wiranto (6 persen), Abdurrahman Wahid (4 persen), Jusuf Kalla (2 persen) dan Sutiyoso (1 persen)."Saat peserta jajak pendapat diminta memilih, siapa calon presiden yang akan mereka pilih diantara para kandidat yang telah dideklarasikan pencalonannya dan ketua parpol besar, SBY dan Mega masih seimbang di dua posisi teratas," kata Yanti menjelaskan. Dari 2000 responden, dengan tingkatan usia 15-29 tahun (19 persen), 25-39 tahun (44 persen) dan diatas 40 tahun (37 persen). Tingkat sosial ekonominya, kata Yanti, sesuai dengan proporsi kondisi di Indonesia. (ING) ING Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
