Sepakat kata mbak Pemilia, trus apa yang kita lakukan? Untuk sebisa mungkin 
menjadi bagian yang memberi pengaruh positif buat kondisi negeri ini,
Dulu sewaktu kuliah saya tinggal di Asrama Mahasiswa Solo " Thontowhy 
Djauharhy", Asrama muslim itu diperuntukan untuk mahasiswa solo yang belajar di 
UGM,
Gratis, anak - anak asrama tersebut kebanyakan berasal dari keluarga dengan 
tingkat ekonomi menengah ke bawah,
setelah lulus, alumni asrama sepakat untuk mengirimkan sebagian zakat untuk 
kelangsungan asrama dan mendukung kegiatan di asrama,
mungkin dari hal - hal kecil yang kita lakukan bisa memberi arti untuk negeri 
ini, minimal melalui disiplin membayar zakat (bagi yang muslim)

jadi kapan kita mulai?

Salam,


Arif Hadianto

________________________________
From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf 
Of kartika pemilia
Sent: Wednesday, September 03, 2008 12:26 PM
To: [email protected]
Subject: Re: [Forum Pembaca KOMPAS] Kaya dan Pintar


Terharu sekaligus miris saya membaca tulisan pak Anwar Holid. itu realita
yang membutuhkan solusi dari kita semua, apapun profesi kita. Saya memang
belum punya anak, tapi saya bisa merasakan kekhawatiran Pak Anwar terkait
masa depan anak-anaknya yang hidup di lingkungan yang tidak kondusif bagi
pembangunan karakter serta mental. Kadang saya berpikir, "Kenapa saya harus
tinggal di negeri yang kacau-balau kayak Indoensia? Pengen pindah
euy...sumpek saya". Tapi di sinilah saya hidup dan menata kehidupan (meski
keinginan hidup di tempat lain selain Indonesia masih ada hehehe). Dan saya
harus menghadapi itu semua...

Salam,

Kartika

Kirim email ke