http://kompas.com/read/xml/2008/09/10/23434946/guru.swasta.dianaktirikan

JAKARTA, RABU - Kesejahteraan guru-guru swasta di Indonesia
memprihatinkan. Besarnya gaji yang diterima dari yayasan masih jauh
dari layak, sedangkan untuk mendapatkan insentif atau tunjangan
fungsional dari pemerintah pusat dan daerah terganjal ketentuan
mengajar 24 jam per minggu.

 

"Guru swasta itu masih dianaktirikan. Padahal, para guru swasta ini
kan punya kewajiban yang sama untuk mengabdi pada negara. Namun,
pemerintah tutup mata terhadap kesejahteraan guru swasta yang masih
minim," kata Maruli Taufik, Ketua Perkumpulan Guru Karyawan Swasta
Seluruh Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta yang dihubungi, Rabu (10/9).

 

Pada 2009 nanti, pemerintah merencanakan untuk meningkatkan gaji guru
golongan terendah menjadi minimal Rp 2 juta per bulan. Adapun
tunjangan fungsional guru swasta non-S1 ditambah Rp 50.000 dan guru
S-1 Rp 100.000 per bulan.

 

Menurut Maruli, jika mengandalkan gaji dari sekolah saja, guru swasta
mendapatkan jumlah gaji yang jauh dari layak, bahkan di bawah upah
minimum provinsi atau kota/kabupaten. Di Yogyakarta, bayaran mengajar
di sekolah swasta biasa berkisar Rp 5.000 - Rp 10.000 jam.

 

"Sekolah swasta itu mengandalkan pemasukan dari siswa. Sementara
sekolah swasta sekarang ini banyak yang kekekurangan siswa.
Kesejahteraan guru juga terpengaruh karena lokal berkurang, berarti
jam mengajar terbatas," kata Maruli.

 

Pemerintah provinsi DIY dan pemerintah kota memang memberikan
tunjangan yang besarnya bisa mencapai Rp 200.000 per bulan atau lebih.
Adapun tunjangan fungsional dari pemerintah pusat belum dirasakan
semua guru swasta karena sedikit sekali yang bisa memenuhi ketentuan
mengajar 24 jam per minggu.

 

Edi Susanto, Ketua Federasi Guru Independen Indonesia Kota Padang,
mengatakan guru-guru swasta terpaksa mengajar dua bidang studi atau
mengajar di sekolah lain untuk bisa memenuhi ketentuan mengajar 24
jam/minggu. Upaya ini ditempuh guru swasta supaya bisa mendapatkan
insentif dari pemerintah daerah senilai Rp 100.000/bulan. 

 

"Tapi turunnya insentif juga tidak lancar. Yang kasihan sekolah swasta
yang kecil, para guru tidak bisa berbuat banyak karena tidak bisa
mengajar sampai 24 jam/minggu," kata Edi.

 

Ester Lince Napitupulu



Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network 

Kirim email ke