Ide bagus Kang Nur.

Tujuannya agar didapatkan solusi yang tepat bagi bangsa ini.

Memang perlu sukarelawan atau mekanisme untuk review dan membuat
rekomendasi yang profesional kepada lembaga yang mestinya melakukan
tindak lanjut perbaikan.

Tindak lanjut yang dilakukan perlu dipantau pula untuk meyakinkan bahwa
perbaikan yang dilaksanakan benar benar tepat sasaran dan efektif.

Sektor dan aktivitas berbangsa cukup luas sehingga perlu prioritas yang
mana perlu didahulukan apakah di bidang eksekutif,legislatif maupun
yudikatif.

Barangkali yang perlu di prioritaskan dari masing-masing kekuatan Trias
Politika ini sesuatu yang besar pengaruhnya terhadap
kebocoran/kemubaziran/kerugian negara dan dalam skala yang sama
bagaimana ketiganya dapat menjadi moderator dan katalisator agar bangsa
ini menjadi lebih produktif dan kompetitif yaitu Strategi Pisau Bermata
Dua,yaitu berantas Kebocoran/Kemubaziran dan Pacu Produktivitas dan
Daya Saing secara bersamaan.

Harus paralel dan bukan seri dalam arti kiatnya harus berbarengan/bersamaan dan 
bukan selesai satu baru kerjakan yang lain.



Memang suatu hal yang pasti bahwa dengan kemampuan managerial dan iptek didunia

saat ini dimana dikatakan bahwa "The World is Flat",maka tidak ada
pilihan apakah kita ikut berpacu diri untuk maju sehingga sebagai
bangsa mempunyai kendali terhadap bangsanya agar dipacu untuk lebih
maju.

Kalau tidak maka kita harus siap menerima untuk menjadi kuli
bangsa-bangsa didunia atau bangsa yang mudah dikerjain karena
kebodohannya sendiri.

Dalam arti apakah kita nantinya di masa depan ,sebagai bangsa bisa jadi
player atau bangsa yang dimainin atau dikerjain menurut istilah Betawi.

Mungkin Indonesia dapat dikatakan bodoh atau naif oknumnya sehingga
mirip kerbau yang badannya gede namun tidak sadar bisa diatur atau
dimanfaatkan oleh negara kecil seperti Singapore misalnya,lihat masalah
minyak,perkapalan,perdagangan dll.

Sebagai contoh standarisasi,untuk para pengekspor ,bahan baku dari
Indonesia ,negara importir hanya mau menerima bahan ekspor yang
memenuhi standar Singapore atau Malaysia karena lebih dipercaya
sertifikatnya.

Ada pula peraturan sedemikian sehingga untuk beli alat PINDAD misalnya
Instansi dalam negeri harus membeli lewat Singapore.Dalam hal ini
memang ada broker yang untung namun apakah ini bukan kemubaziran ?

Tentang sertifikat memang sejarahnya ada yaitu sertifikat Indonesia
pernah ketahuan tidak bisa dipercaya sehingga akibatnya seperti
diatas.Padahal orang Indonesa dan fasilitasnya cukup baik dan cerdas
namun tidak terkordinasi dan diberdayakan dengan baik sehingga terjadi
peluang untuk oknum tertentu berbuat hal yang tidak patut/tidak
profesional.



Tidak mudah memang,namun disinilah people power atau bagian dari
kedaulatan rakyat agar bisa berfungsi sebagai kendali dan umpan
balik/feedback terhadap para penyelenggara negara dan stakeholder
bangsa yang sekaligus merupakan partisipasi masyarakat menuju kehidupan
bernegara yang lebih baik.

Mungkinkah dan maukah.........kita mulai bertindak ?

--- On Thu, 9/11/08, Nur Rochman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Nur Rochman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Sekedar usul....Mungkinkah
To: [email protected]
Date: Thursday, September 11, 2008, 5:27 PM











            Dear Milister dan Lae Agus yang budiman

KangNoer melihat milist merupakan saran komunikasi yang baik

Apalagi sekelas FPK ini yang membernya kelas berat dan cerdas

Ada buruh, broker, menteri, hakim konstitusi dan sebagainya



Jadi KangNoer tergelitik untuk sekedar usul kepada segenap member

Mungkinkah milist ini dikembangkan sebuah diskusi yang berujung solusi...?

Bisakah kita buka tema-tema untuk memberikan solusi terhadap bangsa

Jadi kita diskusi tidak sekedar bermasturbasi atau saling mengolok sesama

KangNoer yakin kita semua punya konsen yang sama untuk kabaikan bangsa indonesia



Kita bisa mulai dengan memberikan aturan diskusi khusus solusi bangsa ini

Bisa dimulai dengan tema yang relevan misal mengawal pemilu atau Membentuk 
Anggota DPR yang dicintai rakyat

Aturan diskusinya misal dibatasi dalam satu minggu dan masing-masing memberikan 
satu usulan dulu.

Kemudian bisa dibahas dan disumarikan sehingga pada akhirnya ada kesepakatan 
bersama bagaimana memberikan solusi tersebut.

Syukur-syukur bisa jadi usulan kongkrit yang bisa kita salurkan keberbegai 
pihak yang terkait.
Lebih
syukur lagi kalau media Kompas mau membuat kolom untuk memuat summary
dari hasil diskusi kita agar bisa dibaca khalayak banyak.

Jika diperlukan ada aksi ri'il dari komunitas milis ini untuk
menjadikan usulannya nyata misal hearing dengan DPR, Menteri dan
sebagainya



Alangkah indahnya kalau kita bisa bersama dan bersatu

Memberikan sedikit keahlian kita untuk memberi solusi

Agar bangsa ini bisa bangkit dan maju berkembang

Menjadi negara yang bermartabat dan mensejahterkan rakyatnya



Regards,

KangNoer

Milist merupakan sarana komunikasi murah, mudah, cepat dan powerfull



[Non-text portions of this message have been removed]





Kirim email ke