Mas Wal, yang mas Wal maksud mungkin bukan PENGATUR tetapi PENATA. Bedanya, kalau pengatur itu yang mengatur cuma satu orang/kelompok dan sang PENGATUR-nya tak perlu mengikuti ATURAN (UU) seperti sekarang ini. Sedangkan PENATA, UU dibuat oleh sebuah mekanisme yang disepakati dan dilaksanakan bersama-sama termasuk yang paling tinggi di dalam mekanisme itu sekalipun. Tidak ada yang layak untuk sok kuasa. Ya gitulah mas, nampaknya milis kita ini harus menggerus otak sampai dengan pemaknaan setiap kata dan terminologi, supaya SALAH KAPRAH ini tidak berlarut-larut. salam, robama.
----- Original Message ---- From: Wal Suparmo <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Cc: [EMAIL PROTECTED] Sent: Sunday, September 14, 2008 2:28:47 AM Subject: Bls: [Forum Pembaca KOMPAS] Re: Saya Merindukan Indonesia Maju Pak Roch yang budiman, Setuju sekali mengenai penghentan cakar mencara antar kita atau bangs. Justru ininyang tidak mudah karena setiap golongan, kelompok, ada penghasutnya.Kaena itu perlu PENGATUR yang KUAT tanpa harus menjiplak dari negara lain. Apakah rakyat miskin sekarang lebih sedikit dari waktu zaman penjajahan? ( Harap lihat statistik dalam sejarah, dulu 9% sekarang barangkali 25%)) Apakah rakyat sekarang lebih pintar dari waktu zaman penjajahan?( Bedanya kepintarannya tidak dapat diekspresikan bukan karena lebih bodoh dari generasi baru sekarang). Wasalam, Wal Suparmo
