Model Pengelolaan Lingkungan Berbasis Masyarakat di Gugus Pulau Lagundi - 
Lampung Selatan


Gugus Pulau Lagundi di Kabupaten Lampung Selatan, Propinsi Lampung memiliki 
potensi sumber daya alam seperti ikan, terumbu karang, mangrove, padang lamun 
dan jenis-jenis biota laut lainnya. Kegiatan masyarakat dalam memanfaatkannya 
antara lain budidaya perikanan, tambak udang dan ikan, rumput laut, dan kerang. 
Banyaknya kegiatan masyarakat dalam memanfaatkan potensi sumberdayan tersebut 
memicu kesadaran akan perlunya menyusun suatu model penataan kawasan pesisir 
dengan melibatkan peran serta masyarakat. Diharapkan model ini dapat sekaligus 
menjadi wadah kegiatan masyarakat dalam meningkatkan kesejahteraan melalui 
usaha budidaya perikanan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Pengembangan kawasan Gugus Pulau Lagundi berorientasi pada kegiatan-kegiatan 
yang mendukung aktifitas kehidupan di kawasan pantai pantai. Letaknya di 
pesisir pantai dan potensi kawasan yang ada memungkinkan pengembangan kawasan 
berbasis kehidupan pesisir. Namun demikian, kegiatan utama masyarakat adalah 
bertani. Masyarakat enggan berprofesi nelayan karena usaha tersebut belum mampu 
menghasilkan kontribusi yang memadai bagi para pelakunya. Selain itu, banyak 
lahan yang belum tergarap secara optimal seperti pemanfaatan sumberdaya 
perikanan, pengelolaan usaha pertanian, dan pengembangan sektor pariwisata. 
Untuk optimalisasi perlu rencana pengembangan dengan cara peningkatan 
pemanfaatan sumberdaya ikan, sumberdaya manusia di bidang perikanan dan 
pertanian, permodalan, pemasaran, kelembagaan dan prasarana.

Kawasan yang akan dikembangkan adalah kawasan Pulau Lagundi bagian utara dengan 
pertimbangan adanya perkembangan yang cepat, kerusakan akibat ulah manusia dan 
terdapat pusat-pusat dusun yang menjadi pusat perkembangan kawasan pulau ini 
secara keseluruhan. Pembangunan Pulau Lagundi diprioritaskan pada bidang 
ekonomi yang dititikberatkan pada pengembangan sektor pertanian dan perikanan 
dengan beberapa sub-sektor yang terdapat didalamnya serta keseimbangan 
pembangunan. Sedangkan pembangunan bidang lainnya dilaksanakan sesuai dengan 
skala prioritas masing-masing yang dilaksanakan secara menyeluruh dan terpadu. 
Penyusunan program ini didasarkan pada potensi pengembangan sektoral yang 
dihadapai di daerah, tujuan penanganan, dan alokasi pemanfaatan ruang bagi 
sektor yang bersangkutan.

Jika Anda ingin mengetahui lebih jauh mengenai tulisan di atas, silahkan 
mengunduh naskah akademis berjudul "Pengelolaan Kawasan Lingkungan Pesisir 
untuk Pelestarian Lingkungan Gugus Pulau Lagundi- Propinsi Lampung" melalui 
tautan ini.

Sumber : 
http://spatzi.wordpress.com/2008/09/30/model-pengelolaan-lingkungan-berbasis-masyarakat-di-gugus-pulau-lagundi-%E2%80%93-lampung-selatan


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke