James T. Riadi dikenal sebagai pengusaha sukses di Indonesia. James
dan ayahnya Mochtar Riady seorang bilioner yang memiliki lebih dari 50
perusahaan tertutup dan terbuka yang dikenal sebagai Lippo Group.
Banyak orang kagum dengan kesuksesan yang diraih oleh keluarga Riadi.

Namun, untuk yang kagum dengan James T Riadi, nampaknya harus membuka
terlebih dahulu artikel lama yang ditulis Majalah Fortune tanggal 23
Juli 2001. Meski artikel tersebut sudah lama, namun artikel tersebut
dapat membantu kita untuk mengetahui siapa sesungguhnya sosok James T.
Riadi.  

James T. Riadi menurut Majalah Fortune merupakan penyumbang dana
kampanye Bill Clinton yang saat itu mencalonkan diri sebagai Presiden
AS.  Seperti yang dikutip dari Majalah Fortune : 

" Pada bulan Maret, Riady dinyatakan bersalah karena secara ilegal
telah menyumbangkan dana bagi kampanye politik Bill Clinton dan Partai
Demokrat di awal tahun 1990-an (Lippo Group mengeluarkan uang hingga
lebih dari 1 juta dolar AS untuk kepentingan kampanye), dan kemudian
setuju membayar denda sebesar 8,6 juta dolar AS. "

James T. Riady mendanai kampanye Bill Clinton bukan tanpa tujuan. Ia
ingin memiliki pengaruh di Amerika Serikat sehingga ia dapat
mengembangkan bisnisnya ke Amerika dan seluruh dunia. Masuknya James
T. Riady ke Amerika Serikat sendiri berawal dari persahabatannya
dengan Jim Guy Tucker, mantan Gubernur Arkansas , AS. Sepeti yang
dikutip dari Majalah Fortune bahwa :

" ada tumpukan artikel media massa dan catatan rapat dengar pendapat
tentang keterlibatannya dengan Bill Clinton. Yang muncul kemudian
adalah upaya tak henti untuk meraih pengaruh – Riady 20 kali
mengunjungi White House, menyewa teman-teman dan mantan pembantu
Clinton, hingga mengerahkan upaya untuk membantu wakilnya, John Huang,
meraih posisi di Departemen Keuangan dan Komite Nasional Demokrat.
Seperti halnya Tucker, Riady sulit sekali mengaku bersalah. Meski
demikian, sebagai bagian dari pembelaannya, dia mengakui telah
menggunakan cara-cara yang menipu dan tidak jujur untuk mempengaruhi
kebijakan pemerintah AS. "

Pemerintah federal menurut Majalah Fortune juga pernah menyatakan
bahwa adanya perbuatan money loundering yang dilakukan keluarga Riady
saat mengelola Bank of Trade di California yang merupakan bank
Cina-Amerika tertua. Bank tersebut oleh keluarga Riady digunakan
sebagai rantai sumbangan politik di AS.

" Keluarga Riady lantas mengincar Bank of Trade di California, yang
merupakan bank Cina-Amerika tertua, di mana Riady kembali membuat
dirinya terperangkap. Kali ini, pemerintah federal mengeluarkan
perintah untuk segera menyetop (cease and desist) pinjaman, dan
menyatakan adanya pelanggaran terhadap peraturan anti pencucian uang
(money laundering). Riady kembali menjual bank itu, tapi itu
dilakukannya setelah ia memanfaatkan bank itu sebagai rantai sumbangan
politik – inilah yang membawanya pada permohonan maaf atas tuduhan
bersalah dalam kasus tersebut.  "

Tidak hanya sebagai penyumbang dana kampanye Bill Clinton saja,
ternyata James T. Riadi juga memiliki peran untuk membawa tradisi
korupsi ke Amerika Serikat. Menurut Aktivis Hak Asasi Manusia Hendardi
seperti yang dikutip Majalah Fortune bahwa :

"Pencapaian terbesar dalam hidup James adalah mengekspor korupsi ke
Amerika. Ketimbang memelihara reputasi buruk seperti itu, James ingin
dunia memandangnya sebagai pembawa nilai-nilai dan kebudayaan Amerika
ke Indonesia. Dan buktinya, kerajaan bisnis Lippo yang disokong
industri perbankan dan asuransi, telah tumbuh pesat dengan cakupan
bisnis yang luas, mulai dari supermal, toko bergaya Barat, hingga
pembangunan kawasan perumahan bergaya California. "

 

Menyimak kutipan-kutipan dari Majalah Fortune tersebut tentunya dapat
memperlihatkan sepak terjang dan kelicikan James T. Riadi dalam
membangun kerajaan bisnisnya. ....

 

 

Wassalam  


Kirim email ke