Saya tidak pernah membayangkan sebelumnya ada masyarakat yang tega-teganya
mendaur ulang daging atau tulang buangan yang sudah masuk got atau tempat
pembuangan sampah menjadi sajian makanan saudaranya atau tetangganya.
Kreativitas seperti ini adalah kreativitas yang menjijikkan dan tidak bisa
dipandang remeh apapun alasannya. Ini bisa membuat jijik orang asing yang
yang berkunjung ke Indonesia walau kejadiannya sebenarnya terbatas di suatu
tempat. Saya pernah banyak berkunjung ke negara-negara yang mungkin tidak
beda jauh tingkat ekonominya dari Indonesia atau malah lebih miskin. Mungkin
saya salah, tapi seingat saya, saya hampir tidak mendengar cerita penipuan
daging macam di Indonesia saat sekarang ini. Mereka pada umumnya lebih suka
mengembangkan jenis materi makanan ke materi yang sebelumnya tidak populer
dimakan seperti makan tikus, makan serangga, ular, buaya, dlsb. Mereka tidak
menipunya bahwa daging yang diolahnya adalah daging ular atau daging buaya.
Saya kira berani memakan makanan yang tidak populer dimakan jauh lebih
positif daripada menipu mendaur ulang tulang bekas gigitan anjing menjadi
sup tulang yang dimakan saudaranya sendiri.

Sebaiknya pemerintah lebih memperketat pengawasan demi perlindungan
masyarakat. Di saat pemerintah mencanangkan tahun kunjungan wisata Indonesia
2008, berita seperti ini bisa punya efek lebih negatif.
SH
2008/10/7 Haniwar Syarif <[EMAIL PROTECTED]>

>   capee dee
>
> ini karena rakyat kita terlalu miskin ya..
>
> Kata JK.. negara kita maju ??
>
> di Trans TV juga ada laporan investigasi katanya roti kadualarsa
> berjamur di kerik.bulukannya .lalu di bakar lalu di jual lagi..
>
> HS
>
> 

Kirim email ke