http://cetak.kompas.com/read/xml/2008/10/09/02040522/hasan.tiro.pulang

Jakarta, Kompas - Keinginan tokoh tertinggi Gerakan Aceh Merdeka, Dr
Tgk Muhammad Hasan Ditiro, pulang ke Nanggroe Aceh Darussalam tidak
dilatarbelakangi agenda politik. Kepulangan tokoh GAM yang selama ini
bermukim di Swedia itu murni karena kerinduan terhadap kampung dan
rakyat Aceh.

Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Pusat Ibrahim Syamsuddin yang
dihubungi di Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (7/10), menegaskan,
kepulangan Hasan Tiro bukan untuk kepentingan Partai Aceh atau urusan
politik yang lain. "Beliau pulang murni karena ingin melihat kampung
halaman dan bertemu dengan masyarakat Aceh," ujar pria yang akrab
dipanggil KBS itu.

KPA merupakan organisasi baru wadah mantan anggota Gerakan Aceh
Merdeka (GAM) yang dibentuk pascapenandatanganan MOU Helsinki pada 15
Agustus 2005. Adapun Partai Aceh merupakan partai lokal bernomor urut
39 bentukan mantan pimpinan GAM yang merupakan peserta Pemilihan Umum
2009.

Menurut KBS, penjelasan ini juga untuk menjawab kabar miring yang
beredar di NAD bahwa Hasan Tiro telah meninggal.

"Yang pulang ke Aceh benar- benar beliau. Tidak benar yang akan pulang
Tengku Hasan Tiro palsu," kata KBS.

Hasan Tiro sudah berada di Kuala Lumpur sejak pekan lalu. Selain
bertemu dengan warga Aceh yang bermukim di Kuala Lumpur, Hasan Tiro
juga menerima para tokoh politik Malaysia serta anggota Forum
Komunikasi dan Konsultasi Desk Aceh Kantor Menko Bidang Politik,
Hukum, dan Keamanan, Zainal Arifin.

KBS mengatakan, Hasan Tiro akan terbang langsung dari Kuala Lumpur ke
Bandara Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar. "Beliau tidak singgah ke
mana pun di dalam negeri dan jadwal kunjungan setelah tiba di sana
akan diatur kemudian," kata KBS.

Batal

Rencana Wakil Presiden Jusuf Kalla yang akan bertemu informal dengan
Hasan Tiro di sela- sela kunjungan kerjanya di Banda Aceh, Sabtu
(11/10), dibatalkan. Alasan pembatalan belum diketahui, tetapi dari
informasi yang diterima Kompas, pembatalan diputuskan Rabu.

Sebelumnya, pertemuan Wapres dengan Hasan Tiro dijadwalkan akan
dilakukan di kantor Gubernur NAD setelah silaturahmi Wapres dengan
tokoh agama dan masyarakat di Aceh.

Secara terpisah, Kepala Pusat Penerangan TNI Marsekal Muda Sagom
Tamboen menyatakan rencana kedatangan Hasan Tiro ke Indonesia tidak
jauh berbeda dengan kedatangan wisatawan asing biasa.

Meski begitu, TNI tetap akan memerhatikan sejumlah pemikiran dan
bahkan kekhawatiran terkait semua perkembangan yang terjadi di wilayah
itu pasca- Perjanjian Helsinki. "Sepanjang bagaimana prosedur
kunjungan wisatawan asing ke negara lain itu terpenuhi, ya sudah,"
ujarnya.

Mengenai apakah kedatangan Hasan Tiro akan berdampak pada masyarakat
di Aceh, Sagom meminta pertanyaan itu diajukan saja kepada masyarakat
Aceh dan para mantan anggota GAM di sana. (HAM/HAR/DWA)

Kirim email ke