Jadi bagaimana sih yang sebenarnya status Pak Hasan Tiro ini? Apakah beliau masuk Aceh (pulang kampung) dengan "tourist-visa, permanent resident ataukah dikasih amnesty agar bisa kembali jadi wong Indonesia"?
Seandainya Pak Hasan Tiro ini bisa mengclaim ke-Indonesiaan-nya bagaimana dengan "pelarian-pelarian yang lainnya? Misalnya RMS, OPM, PRRI/Permesta, G30S/PKI dan sebagainya.... Selama hidupnya Sobron Aidit yang tinggal dan mati di Paris hanya bisa pulang kampung sebagai "tourist" saja! Susah buat menetap, apalagi buat kembali jadi wong Indon! Buuuaaanyak anak Indonesia yang "terlanjur" jadi warganegara asing sudah tak bisa menetap di kampung halamannya (hanya liburan saja) Bagaimana ini Pak/Bu, please explain! Salam Las --- On Thu, 10/9/08, Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: From: Agus Hamonangan <[EMAIL PROTECTED]> Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] TNI Anggap Hasan Tiro Sebagai Wisatawan Asing To: [email protected] Date: Thursday, October 9, 2008, 11:32 AM http://kompas. com/read/ xml/2008/ 10/08/20400014/ tni.anggap. hasan.tiro. sebagai.wisatawa n.asing JAKARTA, RABU - Kepala Pusat Penerangan TNI, Marsekal Muda Sagom Tamboen menyatakan rencana kedatangan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Hasan Tiro ke Banda Aceh, dianggap tidak jauh berbeda dengan kedatangan wisatawan asing biasa. Hal itu disampaikan Sagom, sesaat sebelum mengikuti diskusi terbatas yang digelar lembaga penelitian Institute of Defense and Security Studies (IODAS) di Jakarta, Rabu (8/10). "Tidak ada sesuatu hal yang harus menjadi perhatian khusus bagi TNI karena kedatangannya sama dengan kunjungan wisatawan asing lain ke Indonesia. Sepanjang bagaimana prosedur kunjungan wisatawan asing ke negara lain itu terpenuhi, ya sudah," ujar Sagom. Soal bagaimana kedatangan Hasan Tiro itu kemudian akan berpengaruh pada masyarakat di Aceh, Sagom meminta pertanyaan tentang itu diajukan saja ke masyarakat Aceh dan para mantan anggota GAM di sana. Institusinya tidak dalam posisi menilai seperti itu. Namun begitu tambah Sagom, pihak TNI tetap akan memperhatikan sejumlah pemikiran dan bahkan kekhawatiran terkait semua perkembangan yang terjadi di wilayah itu pasca Perjanjian Helsinki. Lebih lanjut Sagom menyatakan, TNI tetap akan meningkatkan kewaspadaan apalagi dengan adanya kunjungan tersebut. TNI tetap menjaga kewaspadaan dalam kondisi dan situasi apa pun. Hal itu dilakukan karena TNI, tambah Sagom, tidak ingin kehadiran wisatawan asing tadi akan berdampak memperberat tugas TNI di masa mendatang terutama terkait upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan RI. "Kami tetap akan memantau di lapangan, terutama terkait kinerja kepolisian lantaran urusan keamanan kan titik beratnya di mereka (Polri). Namun kalau ditanya apakah yang khawatir cuma TNI, saya rasa tidak juga," tambah Sagom. Wisnu Dewabrata Sent from my BlackBerry © Wireless device from XL GPRS/EDGE/3G Network
