Manneke, kamu lupa sama satu hal.  Going to the law school was my old oooollld 
dream as a little girl yg ngefans ama bapaknya who is very smart and has a 
clear legal perspective.  When I was in junior high school ai ngefans dg Golda 
Meir en Margareth Thatcher, para perempuan cerdas dan tangguh, serta ingin jd 
Prime Minister!  When I was in senior high school my dream is already to be a 
medical doctor, who I am now, gara2 baca buku NOT AS A STRANGER-nya MORTON 
THOMSON, yg bercerita mengenai mentorship dari seorang dokter yang sekaligus 
menjadi dosen yang memampukan seorang anak miskin u/memiliki mimpi dan menjadi 
dokter, plus ai ngefans dg keberpihakan kpd kelompok yg tertindas dan 
ketampanan dari sang dokter ERNESTO GUEVARA LYNCH de la SERNA dan adik 
perempuan bapakku yg ngobatin pasiennya di Sumatera sana dg suka cita meski 
pasiennya tak mampu membayar jasa pengobatannya.  Then when ai ngejalanin 
pekerjaan sbg dokter kutemukan bahwa, selain persoalan ketidakterjangakauan 
pelayanan kesehatan, para perempuan korban kekerasan berbasis-gender dan 
anak2nya sangat terpinggirkan dari isu kesehatan, yang membuat ingatanku 
melayang kepada pengalaman masa2 menjadi dokter muda.  Then..., here I am now 
as Evi Douren yang kerap mengenang nasehat sang dosen kepada mahasiswanya 
bernama Lukas dalam novel Morton Thomson:

"Lukas, now you become a doctor
But let me tell you, it is not Tuberculosis, it I'd not cancer, it is not 
diarrhoea, it is not skin infection, the most worst diseases you have to treat
But IT IS POVERTY!"

So, Dear Manneke, aku tak mungkin menjadi jaksa karena tidak akan mampu menahan 
linangan airmata yg mengalir karena geram terhadap para maling uang rakyat!  
Atau, aku akan menjadi sangat dingin dan mengatakan, 'Pinjam guillotine yg 
pernah dipakai u/menghukum Maria Antoinette, istri Louis XVI, dan gunakan 
u/menghukum para bandit itu!'  Ha ha ha.


ED



Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS network

-----Original Message-----
From: manneke budiman <[EMAIL PROTECTED]>

Date: Tue, 14 Oct 2008 01:18:14
To: <[email protected]>
Subject: [Forum Pembaca KOMPAS] Re:  12 Jaksa Belajar Pemberantasan Korupsi di 
AS - pejabat cari hp jadul


Kalo gitu nangkepnya akan lebih gampang lagi. Pejabat yang pake hape jadul, 
bisa langsung diduga korupsi. Kalo enggak, mau ngapain coba pake hape jadul 
segala?
�
Bu Rima, kalau saya ngaku saja, saya ngefans sama Anda. Pikirannya jernih, 
orangnya tegas, nggak suka basa-basi. Sama kaya dr. Evi dan�Bu Yuliati Soebeno. 
Kalo Anda bertiga jadi jaksa, nggak usah pakai studi ke AS pun udah bakal masuk 
kandang semua itu pejabat korup.
�
manneke

Kirim email ke