Naiknya harga minyak bumi,
naiknya harga minyak sawit,
menguatnya Euro$, melemahnya US$,
jebloknya bisnis property di Amrik,
bursa saham global juga masih relative stabil,
tapi akankah ini bertahan?????
Dampaknya
bagi Indonesia, dimana pengelolaan Sumber Daya Alam yang masih
tidak/belum profesional mandiri dan masih bergantung kepada asing,
Sebenarnya
dengan naiknya harga minyak bumi akan memberikan keuntungan juga bagi
pendapatan negara, namun disisi lain juga akan memberikan kerugian
karena pengadaan BBM masih mengandalkan "import", dilain hal, sumber
minyak bumi Indonesia semakin menurun. Berarti subsidi harus jalan
terus.
Ada sumber lain yang juga memberikan dampak keuntungan,
yaitu minyak kelapa sawit yang akan naik terus mengikuti minyak bumi.
Namun sayangnya, sebagian besar perkebunan kelapa sawit milik jiran
kita dan hasilnya akan dibawa kesana terlebih dahulu. Dampak dari
kenaikan ini adalah semakin tingginya harga jual minyak sayur dalam
negeri. Ujung2nya pemerintah harus memberi subsidi lagi.
Tambang
Mas, masih dikuasai asing. Sayang sekali, karena mas ini sebenarnya
juga menjadi salah satu pilar perekonomian dunia, dan Indonesia tidak
dapat bermain disini.
Hasil laut, masih belum dikelola dengan
maksimal. Minimnya fasilitas "nelayan" tradisional dan kalah jauh dari
"nelayan negara2 makmur" sehingga hasil laut lebih banyak dicuri oleh
negara lain.
Agraria, seharusnya Indonesia bisa lebih maju dari
Thailand dalam bisnis ini. Sayangnya pengelolaan lahan yang "seolah
terabaikan", menunjukkan belkum adanya "profesionalisme" pemerintahan
dalam departemen2 terkait untuk mengelola hasil hutan dan lahan2 yang
sudah gundul. Beras, gula, jagung masih harus diimport. Termasuk gandum
sebgai bahan baku terigu.
Industri, masih belum bisa bersaing dengan jiran2 sesama Asean, India dan China.
Tingginya "jenis items" barang import, menunjukkan lemahnya investasi didalam
negeri kita.
Kalau
kita amati secara seksama, jika semua aspek2 tersebut dapat dikelola
dengan baik oleh bangsa kita, maka tentunya negara kita ini akan
menjadi negara yang makmur. Dapat mandiri bahkan menjadi negara
"peng-ekspor terbesar".
Karena oleh sebab tersebut diatas,
menyebabkan perekonomian negara kita cukup rapuh dalam menghadapi
"krisis global" tersebut. Sedangkan pertumbuhan penghasilan perkapita
masih tersendat.
Akankah rakyat miskin semakin bertambah banyak?????
Atau Indonesia bisa bangkit dalam situasi krisis ini?????
Bukankah ada pameo yang mengatakan, dibalik krisis pasti ada peluang......
[Non-text portions of this message have been removed]