Tambahan fakta lagi, ada 30an S3 yang lahir disekitar kel besar saya semua berasal dari ibu?nenek yang kawin pada usia muda, ini mungkin tidak relevan dengan perkawinan usia muda sama dengan kematian ibu yang kawin muda tetapi betul kalau penyebabnya terlalu banyak melahirkan, cuma fakta lagi 3 saudara saya yang kawin di usia 15 tahun melahirkan lebih dari 10 kali, dan ketiga ibu2 itu masih sehat walafiat diumur 75, 78 dan 82 yang meninggal justru 2 dari 3 suaminya, mungkin sejak umur 15 tahun sudah making love.
Kesimpulan saya kita tidak usah membesarkan peristiwa ini, syah menurut agama lagian lebih baik dari pada berzina yang lebih marak. Karena perubahan budaya dan pendidikan yang kawin usia muda sudah jarang, sama dengan kasus poligami sampai 4 orang dari penjual ayam bakar yang toh tidak banyak yang meniru. Kematian anak balita dan ibu yang melahirkan menurut statistik lebih banyak akibat sanitasi buruk. rzain --- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote: > > Ya, fakta tsb benar terjadi. Masih banyak perempuan dikawinkan pada usia yang masih belia. Namun harus diingat bahwa kala itu belum banyak dilakukan penelitian kesehatan maupun sosiologis dampak dari pernikahan usia yang dini bagi perempuan dan/atau keluarga. > > Ketika saya masih menjadi mahasiswa tingkat akhir di fakultas kedokteran saya masih sering mendapati kasus PROLAPSUS UTERI (rahim yang 'mlorot' keluar (memasuki daerha leher rahimnya)) dikarenakan keseringan melahirkan pada para ibu tua yang rata2 memiliki anak 8-14 orang. Fakta bahwa besarnya ANGKA KEMATIAN IBU karena HAMIL, MELAHIRKAN dan NIFAS juga sering terjadi pada jaman dimana ibu Rzain menikah dan memiliki anak. Kemudian perempuan pun 'diiming2i surga sebagai ganjarannya'. > > Belum lagi jika kita melihat fakta bahwa perempuan2 yang dikawini pada usia muda tersebu dan harus memiliki anak tak lama setelah perkawinannya, apalagi sampai banyak sekali, akan tidak memiliki waktu bagi dirinya sendiri u/bertumbuh sebagai individu, bukan sekedar sebagai istri dan ibu. > > Namun konstruski patriarkis memang menuntut perempuan u/pasrah dan menjadi subordinat laki2. Iming2nya yaitu label sebagai 'perempuan ideal' sampai 'surga menanti sebagai hadiah'. > > Ingat kasus R. A. Kartini ataupun Permaisuri Taj Mahal di India? Mereka mati di usia muda kala melahirkan anak kesekiannya lewat rahim mudanya yang terus menerus dibebani melebihi kapasitasnya! Apakah kita akan tinggal diam dan tetap akan mengiming2i kebohongan berduri ini bagi manusia berjenis kelamin perempuan dan juga menyisakan penantian pada anak yang ditinggalkan mati o/perempaun2 malang spt itu? Saya rasa agama manapun mengajarkan manusia u/menggunakan otak dan akal budinya u/terus menerus berpikir dan mengaji pergerakan hidup sekelilingnya! > > > ED > > > > > Sent from my BlackBerry� wireless device from XL GPRS network
