anehnya, seorang akademisi yg suaranya didengar oleh dpr dan
kementrian pemberdayaan perempuan (ade armando) selalu mengatakan
bahwa ruu ini hanya berbicara masalah vcd dan dvd porno. 

akademisi semacam ini yg ikut menghancurkan kehidupan berbangsa. 

dimana dia sekarang? kenapa tidak muncul lagi? 

--- In [email protected], "imam" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Tidak perlu jenius untuk mengetahui kalau ancaman bagi Indonesia adalah
> rembetan krisis keuangan global, bukan pornografi.  Ancaman gawat
darurat di
> depan hidung kita semua adalah pelemahan pertumbuhan, ancaman PHK masal,
> rupiah terjun bebas. Kita menghadapi krisis keuangan global, bukan
krisis
> pornografi. Tapi kenapa yang diurusin DPR malah RUU 'porno'? Di saat
arus
> penolakan terhadap RUU 'porno' menguat, DPR ngotot mensahkan RUU
'porno'.
> Menjadi pertanyaan, kalau notabene arus publik menolak RUU 'porno'
namun DPR
> malah melawan arus, terus di mana makna "wakil rakyat"?
> 
>  
> 
> Di tengah krisis keuangan global, menjadi pertanyaan, apa urgensinya RUU
> 'porno'? Apa rakyat menjadi sejahtera bila pakaiannya diatur-atur?  Apa
> kemiskinan dan pengangguran akan menurun dengan mengatur cara berpakaian
> rakyat, dengan mengatur bacaan rakyat, dengan mengatur film dan
konten yang
> boleh diakses orang dewasa? Apa sektor riil akan tertolong dengan RUU
> 'porno' ini?
> 
>  
> 
> Mbok ya membuat RUU itu jangan suka-suka sesuai selera politiknya
sendiri,
> jangan membuat RUU yang melanggar kepastian hukum, melanggar hak sipil
> masyarakat. Frase kata 'gerak tubuh' digabung dengan pasal 'peran serta
> masyarakat', wah akan membuat cewek cantik bertubuh seksi rentan menjadi
> korban pemerasan. Kemudian, pasal 'peran serta masyarakat' itu, apa kita
> ingin merubuhkan negara hukum ini dan menyerahkannya pada angry
mob..??! 
> 
>  
> 
> Melihat kosa kata di RUU 'porno' ini yang memuat kata 'senggama',
'onani',
> 'oral seks', 'anal seks', alih-alih RUU ini untuk memberantas
pornografi,
> justru RUU inilah salah satu contoh pornografi.
> 
>  
> 
> Salut pada PDI-P yang menolak RUU 'porno' ini.
> 
>  
> 
> Regards,
> 
> Imam
> 
> 
> 
> [Non-text portions of this message have been removed]
>


Kirim email ke