Beberapa tahun lalu saya sempat berkunjung ke KAIST (Korea Advance Institute 
for Science and Technology) Korea Selatan. Tokoh-tokoh KAIST menceritakan bahwa 
saintis Indonesia itu terlalu berorientasi (dan atau bangga) kalau dapat 
menulis karya di publikasi-publikasi ilmiah internasional. Kita di sini, kata 
mereka, tidak berorientasi ke situ. Banyak pakar-pakar kita di sini, lanjutnya, 
justru sibuk membongkar produk-produk luar negeri - meneliti sistem dan 
komponennya, dan menularkan pengetahuan yang diperolehnya untuk kepentingan 
pengusaha nasionalnya. Semacam reverse engineering, dan yang dikejar adalah 
produktivitas nasional dengan kemampuan pengusaha nasionanya untuk memproduk 
barang yang tidak ketinggalan dengan produk / teknologi luar negeri - begitu 
katanya. Lalu, bagaimana pendapat rekan-rekan FPK?

WK

  ----- Original Message ----- 
  From: Weka Gunawan 
  To: [email protected] 
  Sent: Tuesday, November 11, 2008 11:07 AM
  Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Publikasi Ilmiah Internasional Indonesia 
Masih Rendah


  Mau tanya kalau memang benar ada bantuan langsung dari Diknas/DIKTI untuk 
publikasi International, kemana sebaiknya peneliti meminta? dan
  bisakah mendapatkan bantuan tanpa potongan (uang siluman) apapun? Misalnya 
uang yang keluar sekian X dan yang diterima oleh yang berhak memang murni 
sekian X. Mengingat biaya penelitian memang amat mahal. Saya tidak mendapati di 
webiste Diknas informasi tentang ini. Terimakasih.

  

Kirim email ke