Jakarta, 11 November 2008 –  PT Bakrie Telecom Tbk kembali merebut
penghargaan di bidang telekomunikasi. Kali ini Bakrie Telecom merebut
peringkat pertama pencapaian terbaik (best achievement) untuk kategori
telepon tetap. Penghargaan diberikan langsung oleh Muhammad Nuh,
Menteri Informasi dan Telematika di Malam Penghargaan Telekomunikasi
2008 di Jakarta semalam.

 

Badan Regulasi Telekomunisi Indonesia (BRTI) selaku penyelenggara
melakukan perhitungan terhadap bobot best achievement dengan
mempertimbangkan dua variable, yaitu sisi konsumen dan kepatuhan
terhadap kinerja operasi. Dari sisi konsumen diperhitungkan dari
indeks kepuasan dan kepopuleran merek dengan bobot 55%. Sementara dari
sisi kepatuhan terhadap kinerja operasi dipertimbangkan dari sisi
kinerja jaringan dan area layanan dengan bobot 45%. Metode dan proses
perhitungan dilakukan oleh lembaga riset Frontier.

 

Dengan penghargaan ini Bakrie Telecom menjadi operator telekomunikasi
yang tidak saja mendapatkan pengakuan secara nasional tapi juga dalam
ruang lingkup Asia Pasifik mengingat operator telekomunikasi ini
sebelumnya juga mendapatkan penghargaan internasional "2008 Frost &
Sullivan Asia Pacific ICT Award" dari Frost &  Sullivan, lembaga
konsultan dan riset bisnis di Singapura untuk kategori "Asia Pacific's
Most Promising Service Provider of the Year". Bakrie Telecom merupakan
penerima award dari Indonesia pertama selama sejarah Frost & Sullivan
ICT Awards yang tahun  2008 ini dilaksanakan untuk kelima kalinya.
Lagipula ruang lingkup penghargaannya sudah mencakup regional Asia
Pasifik, tidak lagi terbatas pada kategori penghargaan untuk wilayah
Indonesia saja.

 

Selain itu di bulan Agustus lalu, Bakrie Telecom juga menerima
penghargaan di ajang Indonesia Brand Award sebagai The Most
Prospective Brand in Indonesia untuk kategori CDMA Cellular Providers
dari MARS dan Majalah Swa. Kemudian untuk kategori kepuasan pelanggan,
Bakrie Telecom meraih 2 penghargaan sekaligus di ajang Indonesian
Customer Satisfaction Award (ICSA) 2008 yang diselanggarakan oleh
FRONTIER, konsultan riset kepuasan pelanggan dan Majalah Swa Sembada
pada bulan September 2008. Penghargaan tersebut diberikan pada Bakrie
Telecom sebagai pemenang ICSA  2008 untuk kategori Simcard Prabayar
dan Pascabayar FWA – Esia.

 

ICSA merupakan reguler tahunan berupa pemberian penghargaan terhadap
perusahaan-perusahaan berprestasi terbaik di Indonesia dalam hal
memberikan kepuasan pelanggan / konsumen. Melalui Indonesian Customer
Satisfaction Index (ICSI) 2008 yang telah selesai dilaksanakan
risetnya terhadap lebih dari 99 kategori produk di kota besar di
Indonesia pada periode Februari – Juli 2008 dan melibatkan 10.500
responden, Bakrie Telecom terpilih sebagai pemenang ICSA untuk kedua
kategori tersebut.

 

"Tentunya penghargaan ini merupakan suatu hal yang membanggakan. Kerja
keras kami dalam menyelenggarakan layanan telekomunikasi yang murah
namun handal ternyata mendapatkan pengakuan dan sekaligus dihargai.
Tak mudah memang untuk mendapatkan penghargaan tersebut.  Karena itu
kami berterima kasih atas kepercayaan yang diberikan masyarakat.
Mudah-mudahan penghargaan ini akan terus mengingatkan kami untuk terus
meningkatkan kualitas layanan kami pada masyarakat. Sudah menjadi
tekad kami di management maupun seluruh karyawan Bakrie Telecom untuk
fokus memberikan yang terbaik bagi pelanggan dan terus membuka akses
masyarakat untuk dapat menikmati layanan telekomunikasi murah dan
handal", ujar Rakhmat Junaidi, Direktur Corporate Services PT Bakrie
Telecom Tbk setelah menerima penghargaan di malam tersebut.


Menurut Rakhmat meskipun Bakrie Telecom telah membuktikan diri sebagai
operator telekomunikasi Indonesia yang handal tapi masih banyak
pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Bakrie Telecom masih terus
memperluas jangkauan wilayah layanan nasionalnya setelah mendapatkan
lisensi nasional dari pemerintah di akhir bulan Desember 2006. Sampai
dengan akhir bulan September 2008, Bakrie Telecom telah hadir di 55
kota di seluruh Indonesia.

Kirim email ke