duli tuanku maulana raja, tuanku tidak berhak ikut campur dengan cita-cita masa 
kecil hamba. nggak mungkin hamba menyelam ke masa lalu, lantas tunjuk tangan 
ketika ditanya cita-citanya oleh guru TK di Mentawai sana: "Indra, cita-citamu 
apa?"
 
astronot itu juga memikirkan rakyat, lho, rakyat sebuah galaksi, yang bermilyar 
jumlahnya, tidak hanya planet bumi yang makin ringkih dihempas oleh kerakusan 
bani manusia. yang terlalu banyak rajanya, kaisarnya, tuankunya.
 
apalah itu anggota parlemen, dibandingkan dengan galaksi, tuanku?
 
soal membela rakyat atau tidak, tuanku ini selalu sok tahu. mengukur badan 
orang dengan baju sendiri itu namanya. dulu tuanku mengatakan hamba tidak ada 
di jalanan, pada waktu gerakan mei 1998. hehehe itu namanya. tuanku pikir hamba 
kenal budiman sudjatmiko itu di salon jalan tanah abang, apa? kenal anies 
baswedan di gatot subroto? kenal chandra m hamzah di kuningan? kenal anak-anak 
Tegak Lima di cafe Senayan? memang hamba ini mendirikan FKSMJ tahun 2007 apa?
 
sekarangpun hamba, sembari menulis apapun, sedang dipusingnya dengan nasib 
300 kepala keluarga di Pasaman sana. mereka harus turun gunung, sementar 
kakao, pepaya, duren, dan tumbuhan lain yang mereka tanam sudah berbuah. alasan 
pengusiran: mereka berkebun di hutan lindung. apa ini negeri melebihi Belanda, 
seenaknya mengusir warga, merampas tanamannya? kenapa perusahaan2 boleh 
menambang di hutan lindung, sementara warga yang sudah beberapa tahun berkebun, 
malah diusir?
 
tapi kan pengetahuan tuanku sebatas milis ini saja. atau berita Kompas, 
mungkin. tidak apa, sih. cuma, jangn mengukur bdan orang dengan baju sendiri. 
pasti nggak pas.
 
btw, anda rupanya tidak paham soal iklan politik. iklan yang menyelimuti kompas 
adalah iklan politik, iklan di televisi adalah iklan politik. iklan prabowo 
subianto, juga iklan politik. yang namanya iklan politik, ya, iklan politik. 
media massa, kalau tidak hidup dari iklan, ya, dari harga koran atau iuran. 
masak RM mau maju pilpres, bikin iklan tentang pembalut wanita, misalnya?
 
saya males nanggapi anda sebetulnya. hanya kasih komen-komen pendek. tapi, ya 
sudahlah.
 
ijp 
dulu sibutous lebih garang dari ijp.
--- On Fri, 11/21/08, Maulana Raja Aisyana <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Maulana Raja Aisyana <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Rizal Mallarangeng Mundur (Indra)
To: [email protected]
Date: Friday, November 21, 2008, 6:55 AM






Bung Indra,
 
RM mencatat sejarah 2008 hanya lewat iklan dan tebar pikiran ke mana-mana bahwa 
dirinya mencalonkan diri sebagai presiden kemudian mundur? Terlalu simplistis 
Anda menilainya, sesimplistis RM menafsirkan hasil survei dan suara-suara yang 
masuk tentang dirinya yang tak laku.
 
Kalau RM uda mundur sebelum bertanding, saya berharap Anda tidak begitu. 
Teruslah maju walaupun kenyataan nantinya pahit. Tapi saya juga ragu karena 
ternyata caleg bukan cita-cita Anda. Jadi hanya sekadar meramaikan daftar caleg 
apa pun partainya. Cuma bedanya Anda sampai sekarang masih punya optimisme, 
walaupun kalaupun jadi anggota legislatif, Anda tak pernah memikirkan rakyat, 
karena itu bukan cita-cita Anda.
 
Saya tidak berharap ribuan RM yang kehadirannya hanya lewat iklan tv untuk 
kemudian mundur dengan seribu alasan. Saya membutuhkan orang yang tak pernah 
lelah mencapai puncak prestasinya. Tapi bagaimana prestasi bisa dicapai, bila 
cita-cita aja tak punya.
 
raja
 

Kirim email ke