asal gak di paksa aja krn itu bisa melukai hati rakyat
maka kita harus bantah berita itu biar aja yg benar jadi benar yg salah tetap salah kata Budiman susah bukitiin itu benar tapi juga susah buktikan itu salah HS At 02:56 PM 26-11-08, you wrote: >Mas Budiman Sudjatmiko, > >Menurut saya persoalannya tidaklah sesederhana itu. >Seorang pemimpin Negara, kalau dikemudian hari ternyata merupakan >mata - mata dari negara asing, akan sangat melukai perasaan rakyatnya. >Andaikata tindakan mata - mata tersebut untuk negara lain >(katakanlah ditugaskan untuk memata - matai negara tetangga), itupun >sudah menyakitkan hati rakyatnya, apa lagi kalau tugasnya untuk >memata - matai bangsanya sendiri. Betapa menyakitkan kenyataan tersebut. >Apalagi kalau kemudian terbukti bahwa jabatan yang dia sandang >adalah hasil pekerjaannya sebagai mata - mata (saat itu mungkin >Soeharto tidak menyadari bahwa Adam Malik merupakan agen CIA dan >keberhasilan Adam Malik menjadi Wakil Presiden akibat ikut campur >tangannya Pemerintah AS). >Waduh, menyedihkan sekali. > >Menurut saya, jika seorang pejabat publik memata - matai bangsanya >sendiri untuk kepentingan bangsa asing, maka seluruh gelar >kehormatan dari Negara yang pernah dia sandang, sebaiknya dibatalkan saja. >Gelar kehormatan dari negara tidak pantas untuk seorang pengkhianat. > >Soal pernyataan bahwa : "Pahlawan dan Pengkhianat dalam sejarah, >ditentukan oleh pemenang", rasanya tidak berlaku bagi pihak yang >bersedia memata - matai bangsanya untuk kepentingan bangsa asing. >Mas Budiman punya contoh untuk hal ini??? > >Salam, > > >Adyanto Aditomo
