PRESS
RELEASE
WALHI
– FRIENDS OF THE EARTH INDONESIA
“Tidak
Cukup Dengan Menanam”
Jakarta,
28 November 2008.
WAHANA
LINGKUNGAN HIDUP INDONESIA (WALHI) hari ini mengirimkan surat kepada
Presiden Republik Indonesia yang berisi tuntutan WALHI kepada
pemerintah untuk segera melaksanakan jeda tebang. Berry Nahdian
Forqan, Direktur Eksekutif Nasional WALHI menyatakan, “Indonesia
butuh dari sekedar menanam”
Indonesia
merupakan negeri yang kaya dengan hamparan hutan tropis yang terbaik
di dunia. Namun laju
kerusakan hutan indonesia telah mencapai 2,7 juta hektar pada tahun
2007. Pada 2006 lebih dari 11,23 juta hektar hutan telah dilepaskan
untuk Hutan Tanaman Industri (HTI), tapi hanya 20 persen diantaranya
yang ditanami. Selain itu dari 20,29 juta hektar ijin perkebunan
besar kelapa sawit, hanya 6,7 juta hektar yang ditanami, sisanya
ditinggalkan setelah diambil kayunya. Nilai yang hilang akibat
penghancuran hutan sekitar Rp 27 triliun setiap tahun, belum termasuk
dampak ekologi dan sosio-kultur yang diterima oleh komunitas lokal.
Operasi
illegal logging dalam 7 tahun terakhir hanya mampu menyentuh
rata-rata 8,7 persen dari total tebangan illegal yang mencapai
rata-rata 24 juta meter kubik pertahun. Sementara, program Gerakan
Rehabilitasi Hutan dan Lahan dengan dana 18 triliun rupiah dengan
target 3 juta hektar mempunyai tingkat keberhasilan tumbuh hanya
0-60%.
Indonesia
masih membutuhkan hutan. “Indonesia harus menghentikan penebangan
hutan untuk sementara waktu”, ujar Berry Nahdian Forqan. Jeda
tebang akan memberikan waktu bagi hutan untuk bernafas dan
memperbaiki dirinya, serta bagi proses perbaikan sistem tata
administrasi kehutanan Indonesia.Moratorium
akan memberikan keuntungan ganda dalam perbaikan pengelolaan
sumberdaya hutan dan industri perkayuan yang berkelanjutan antara
lain, Memberikan ruang politik dan ekologi kepada hutan alam untuk
‘bernafas’ dan menahan berlanjutnya kehancuran hutan tropis di
Indonesia, memberikan kesempatan terbaik untuk memonitor pelaksanaan
lacak balak (timber-tracking) dan audit kayu bulatt, memberikan
kesempatan untuk menata industri kehutanan dan hak-hak tenurial
(penguasaan) sumber daya hutan, memaksa
industri olah kayu meningkatkan efisiensi pemakaian bahan baku dan
mendorong industri pulp untuk menggunakan hutan tanaman yang ada
(optimalisasi) dan tidak melakukan ekspansi/ perluasan hutan tanaman
industri.
Selama masa jeda
tebang, pemerintah diharapkan mempersiapkan kebijakan yang mengatur
tentang Protocol Resolusi Konflik sebagai panduan untuk menyelesaikan
konflik-konflik disektor kehutanan, Standar Pelayanan Ekologi sebagai
guidelines dalam mengeluarkan kebijakan penguasahaan dibidang
kehutanan dan perkebunan, menyusun kebijakan pengelolaan hutan yang
berbasiskan pada masyarakat dan lalu lintas perdagangan kayu.
Tidak
adanya konversi dikawasan hutan alam yang tersisa, tidak ada tumpang
tindih kawasan dalam tata ruang wilayah, adanya jaminan akses dan
kontrol masyarakat tempatan dikawasan hutan, tidak ada lagi pemberian
izin diatas kawasan ekologi penting (Mangrove, gambut, krangas, kars,
cloud mounthain forest, riparian sungai sesuai dengan perarutaran
perundang-undangan yang berlaku), dan dipulihkannya kawasan-kawasan
yang berfungsi lindung, serta pemberian izin pemanfaatan hutan harus
dilakukaan secara transparan berdasarkan prinsip Free Prior Informed
Concern (FPIC), adalah kriteria yang harus dipenuhi selama proses
jeda tebang berlangsung dan menjadi indikator keberhasilan pelaksaaan
jeda tebang Indonesia, karena Indonesia
butuh lebih dari sekedar menanam.
Contact
Person:
Ade Fadli
(0815 205 5331)
Pengkampanye
Fungsional Hutan dan kebun Eksekutif Nasional WALHI
Devi R. Ayu
Media Relation
(WALHI - Friends of The Earth Indonesia)
Jl. Tegal Parang Utara no.14 Jakarta 12790
Phone : +62 21 794 1672, 7919 3363
Fax : +62 21 794 1673
Mobile Phone: +62 8156 100 353
Email : [EMAIL PROTECTED]
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
"Keberanian bukanlah ketiadaan rasa takut, namun kemampuan untuk menghadapi
rasa takut dan berkata 'aku mensyukuri apa yang aku rasakan saat ini'. Dan
apapun yang dirasakan saat ini, aku akan terus maju ke depan!"
- Philip Baker -
New Email names for you!
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail.
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/
[Non-text portions of this message have been removed]