Yang mengherankan dari usulan mengubah jam kerja ini adalah apa sih persoalan utamanya. Masalahnya kan di kemacetan yakni jumlah kendaraan yang melebihi kapasitas jalan. Lantas kenapa bukan volume kendaraannya yang dikurangi termasuk menghilangkan vorrijder Gubernur DKI dan wagubnya yang menambah kemacetan di ibukota ini . Memang salah apa anak sekolah atau PNS atau karyawan membawa mobil pribadi. Tidak ada larangannya kok.
Kalau mengurangi kemacetan, ya kurangi jumlah kendaraannya. Siapkan transportasi publik yang memadai. Contoh busway di koridor VII hingga X yang terlunta-lunta karena buruknya perencanaan dari orang yang katanya AHLI membenahi ibukota RI ini segera dioperasikan. Bukannya justru menambah jam kemacetan dengan memajukan jam masuk anak sekolah atau PNS. Gubernur sih gampang sampai ke kantor. Rumah di Menteng, kantor hanya berjarak 1 km dari rumahnya dengan naik mobil. Itu pun ditambah mobil pengawal yang justru menambah populasi mobil di Jakarta. Padahal, kalau mau nih, pakai sepeda aja. Atau jalan kaki misalnya. Kecuali kalau mau berkunjung ke pelosok ibukota seperti Cengkareng atau Marunda. Jadi intinya, jangan mengorbankan masyarakat yang sudah susah payah memilihnya kalau dirinya juga tak mau berkorban. Jangan sebut masyarakat yang mengkritik egois atau telat mikir. Masyarakat juga ada yang belajar dan melihat sistem transportasi di negara lain. Jangan membuat kebijakan justru melompat-lompat dan nggak jelas dampaknya. Sekali lagi ini hanya diskusi... Salam Emir
