Keterlaluan sekali 1 km aja pakai voorrijder. Kalau beneran lulusan Jerman 
kenapa ya begitu kena penyakit gengsi pejabat lainnya jadi lunturlah pelajaran 
yang dia pernah tuntut di Jerman. Kita mengharapkan dia ini merakyat nyatanya 
pingin jadi raja juga di Jakarta. Kasihan saya dengan pejabat2 seperti ini. Di 
Jerman dulu dia kan biasa jalan kaki lebih dari 1 km untuk naik dan tukar 
public transport. Kalau tidak bisa mengatasi masalah public transport di 
Jakarta yang memang aburadul, silahkan mengundurkan diri aja daripada kena 
kritik masyarakat Jakarta, atau dia sudah kebal karena setiap hari makan pil 
gengsi dan pura2 nggak lihat kemacetan dimana mana karena adanya voorrijder. 
 
Salam
BSoetedjo

--- On Mon, 12/1/08, Ade Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: Ade Bachtiar <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Solusi Kemacetan DKI, Gubernur Jalan Kaki 
Dulu Dong
To: [email protected]
Date: Monday, December 1, 2008, 2:40 PM






Memang bung Foke ini bikin malu saja, yang katanya bekas Alumni Jerman, kok 
kayaknya tidak ada gunanya hidup dan kuliah di negara maju. Logisnya dia 
mentrapkan semua yang dia lihat dan pelajari di Eropah, tapi buktinya dia tidak 
mampu menggunakan itu untuk rakyatnya di Jakarta. Sebagai seorang Intelektual 
Alumnus Jerman, seharusnya dia otomatis biasa dari rumah ke kantor yang 
berjarak 1 km ditempuh berjalan kaki, tapi buktinya dia nampang sehari-hari 
dari rumah ke kantor pakai vorrijder segala. Itulah mental kebanyakan pejabat 
kita jaman sekarang(tidak semua ya). Bagaimana negara ini mau maju dan di 
hargai bangsa dan negara lain.

[Non-text portions of this message have been removed]

 














      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke