Anda pinter banget memelintir posting Sdr. Weka Gunawan. Kasihan nih Sdr. Weka, 
udah repot-repot menjelaskan pemikirannya, malah yang baca ngawur seenaknya. 
Atau memang sengaja?
 
Yang digugah empatinya oleh Sdr. Weka itu adalah orang seperti Anda yang miskin 
empati. Mengeluh rebutan angkot sama anak sekolah, lalu seenaknya menyuruh anak 
sekolah yang masuk lebih pagian. Anda kira anak-anak sekolah itu seneng rebutan 
angkot sama orang dewasa kaya Anda? Kok yang disuruh ngalah yang anak kecil 
sih? Kenapa bukan Anda aja yang berangkat pagian kalo memang tak mau rebutan 
angkot sama anak sekolah?
 
Sangat jelas di sini siapa yang cuma bisa memikirkan kepentingan sendiri dan 
tak punya empati pada orang lain. Dan coba Anda baca lagi dengan tiliti tulisan 
Pak Weka Gunawan itu.
 
Selamat berempati pada kebijakan pemerintah kota DKI. Mereka pasti senang 
dengan dukungan Anda. Memang diperlukan banyak orang seperti Anda ini agar 
kesemrawutan lalu-lintas kota dapat terus dipertahankan.
 
manneke

--- On Sat, 12/6/08, w.kasman <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: w.kasman <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah
To: [email protected]
Received: Saturday, December 6, 2008, 7:57 PM






Setuju Pak Weka Gunawan. Sekalian perlu diusulkan agar jam di Jakarta disamakan 
saja dengan Taiwan, Hongkong, Bangkok, Kualalumpur dan Singapura. 
Berikut saya kutip penjelasan Pak Weka: "Jadi mengapa ribut? Yah, karena 12 
juta manusia di Jakarta kebingungan beradaptasi dengan peraturan baru ini. 
Semoga kita bisa saling berempati.Kalau soal berangkat ke sekolah yang lebih 
pagi ada tuh di Iran pagi sekali sehingga banyak keluarga yang memboyong 
anak-anaknya sambil salat subuh di jalan tol. Tapi saya tak jelas itu karena 
jam sekolahnya yang pagi atau bapaknya yang harus kerja pagi. Yang jelas 
jumlahnya cukup banyak.". 
Mereka-mereka yang cenderung menentang anak sekolah masuk lebih pagi, tidak 
merasakan repotnya berebut angkot sama-sama anak sekolah, jadi tidak merasakan 
susahnya perjalanan pagi sama-sama anak sekolah, dan itu umumnya hanya 
anak-anaka SMP dan SLA (tidak anak SD). Sekali ini, saya memberikan empati pada 
kebijakan Gubernur DKI Jakarta (lain kali bisa tidak lho).
Salam/WK


----- Original Message ----- 
From: Weka Gunawan 
To: Forum-Pembaca- [EMAIL PROTECTED] ps.com 
Sent: Saturday, December 06, 2008 12:17 AM
Subject: Re: [Forum-Pembaca- KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah

Ini memang konteksnya di DKI Jakarta. Mengapa ribut? Karena memang umumnya 
masyarakat yang bekerja di Jakarta bertempat tinggal di wilayah Bekasi, 
Tangerang, Depok, Bogor. Perjalanan dari dan ke tempat kerja/ sekolah 
seringkali harus ditempuh 1 hingga 2,5 jam! bahkan ada sebagian yang lebih. 
Sehingga kalau saat ini saja sudah harus bangun jam 4 pagi dan begitu selesai 
subuh langsung berangkat maka bisa dibayangkan kemlompok komuter ini harus 
bangun jam berapa untuk mempersiapkan anaknya ke sekolah.

Benar, berangkat pagi memang enak, segar. Sekali lagi ini di DKI Jakarta
yang kabut asapnya pada pagi hari saja, sampai bisa difoto. Sehingga
akibatnya sudah lebih dari 1 jam berjibaku dengan lalu-lintas yang
pollutif, yang ada sampai sekolah stres dan harus adaptasi beberapa menit
untuk bisa menerima pelajaran.

Di daerah atau di Malaysia dan di Singapura yang menggunakan jam lebih pagi (di 
sana sarapan pagi matahari masih belum tampak) subuh jam 6 pagi, dann 
mobil-mobil di tempat parkir apartment langsung nyaris habis sudah berangkat 
dan stasiun Komuter (MRT) penuh, bejibun orang. Tetapi waktu tempuh relatif 
tidak selama di DKI Jakarta. Yang asyik, sebelum matahari terbenamdi Malaysia 
atau Singapura keluarga sudah berkumpul, kalau malas memasak bisa langsung 
makan di Kafe di dekat apartment sekeluarga. Di DKI Jakarta, kita tidak 
mendapatkan kemewahan itu. Yang ada kita di kafe dengan teman-teman sekantor/ 
senasib untuk menunggu kemacetan berkurang :-((

Jadi mengapa ribut? Yah, karena 12 juta manusia di Jakarta kebingungan
beradaptasi dengan peraturan baru ini. Semoga kita bisa saling berempati.
Kalau soal berangkat ke sekolah yang lebih pagi ada tuh di Iran pagi sekali
sehingga banyak keluarga yang memboyong anak-anaknya sambil salat subuh di 
jalan tol. Tapi saya tak jelas itu karena jam sekolahnya yang pagi atau 
bapaknya yang harus kerja pagi. Yang jelas jumlahnya cukup banyak.

. 


[Non-text portions of this message have been removed]

 














      __________________________________________________________________
Instant Messaging, free SMS, sharing photos and more... Try the new Yahoo! 
Canada Messenger at http://ca.beta.messenger.yahoo.com/

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke