Pak Riyanto,
 
Hehehe, kalo saya ada duit, tak usah dibayarin Pak Erwin juga berangkat. Cuma 
saya agak merenges aja baca tulisan Pak Erwin itu. Katanya, buat apa cape 
cuap-cuap di milis? Mungkin Beliau ini tak ngerti bahwa yang namanya milis itu 
tempat cuap-cuap, bukan tempat unjuk rasa atau dengar pendapat sama DPRD. Saya 
jadi bertanya-tanya, apa sih yang dulunya ada di pikiran Pak Erwin waktu daftar 
ke FPK?
 
Beliau juga tampaknya tak sadar bahwa di milis ini banyak anggota Dewan 
Transportasi Jakarta, think-thank-nya Pemda DKI untuk urusan lalu-lintas. Jadi 
kalo kita cuap-cuap di sini, itu bukan jadi kentut ketiup angin tak ada 
bekasnya. Buktinya, itu ada Pak Harya yang semangat '45 membela kebijakan 
Pemda, dalam kapasitasnya sebagai anggota Dewan Transportasi. Juga ada Pak 
Lisman Manurung, yang kalo tak salah juga ada di Dewan itu.
 
Saran saya buat Pak Erwin sih, tenang aja Pak. Nggak ikutan diskusi nggak perlu 
ikut cape. Saya dan kawan-kawan yang berbusa-busa kaga cape kok. Dan saya yakin 
apapun hasil akhir debat ini, pasti ada hasilnyalah.
 
Definisi "pornografi" dalam UU Porno yang sudha dicatat di Lembaran Negara saja 
sudah tak lagi mengandung rumusan "dapat membangkitkan hasrat seksual", yang 
waktu itu rame diperdebatkan di milis ini, meski hasil akhirnya tetap saja 
sarat masalah.
 
manneke


--- On Wed, 12/17/08, Y. B. Riyanto <[email protected]> wrote:

From: Y. B. Riyanto <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah
To: [email protected]
Received: Wednesday, December 17, 2008, 10:54 AM

Pak Manneke,

Asik tuh Pak, diminta pulang ke Jakarta untuk menyelesaikan masalah ini dengan
pemprov. Pasti mau kan Pak, asal tiket disediakan Erwin.....;)

Tapi saya yakin kok, Pak Manneke gak bakal cape cuap2 disini untuk mengajar
kita berpikir jernih.

riyanto


Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

Kirim email ke