Lha gimana kalo para penentang kebijakan masih punya seabreg argumen, Pak HS? Sementara para pendukung kebijakan hanya mengulang-ulang argumen yang sama. Tak heran jika Anda capek. Lha wong tak punya apa-apa lagi yang mau dikatakan, tapi mau tetap bertahan dalam diskusi. Salah sendiri toh? Kalo kami yang menentang kebijakan itu belum capek lho, Pak. Dan masih punya banyak amunisi. Teman-teman Bapak itu ngakunya masih punya banyak cara lain, tapi kok ya kaga kunjung keliatan apa saja cara-cara itu, selain yang sudah ada di luar sana (busway, three-in-one). Sementara berbagai macam terobosan malahan datang dari otak para penentang, yang dengan cerdas dan kreatif berkali-kali mengemukakan gagasan mereka. Namun, memang terus terang saja kami-kami ini ragu dengan political will para pembuat kebijakan di Balai Kota sana. Karena mereka dari masa ke masa tetap konsisten tidak berpihak pada komponen masyarakat yang lemah. Maka itu saya katakan beberapa kali, di milis ini kami berperang melawan kebodohan, bukan melawan penguasa. Kalo disuruh ngelawan penguasa kami mungkin capek, tapi kalo disuruh ngelawan kebodohan (dan pembodohan) kami nggak akan abis energi, Pak. Kalo Pak Haniwar capek, kan sudah saya persilakan buat istirahat? Ini capek beneran atau enggak sih? Kok bolak-balik ngeluh capek, tapi ya makin asyik aja turut diskusi. Hehehe. manneke
--- On Thu, 12/18/08, Haniwar Syarif <[email protected]> wrote: From: Haniwar Syarif <[email protected]> Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: "Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah To: [email protected] Received: Thursday, December 18, 2008, 9:14 PM maksudku soal ngotot cuma ini kok kita adu pendapat udah abis argumentasi diteruskan padahal gak kemana mana bukan pada salah satu pihak kalau kau nerusin ya aku ngotot aja wong argumenku habis. pada titik itu ..sebaiknya simpulkan kirimkan ke yg berwenangambil kebijakan ..kita omong lain lagi soal implemntasi .. saya pikir itu kelemahan negara inibukan pemda dki juga banyak aturan yg bilangny a dikerjakanny ab banayka rencana nyuruh 1 tapi gak jadi jadi nah kita lgi yg harus jadi pengawasnya contoh nya dlm soal Carre4 kami .. mungkin selesaikan babak ke dua dgn akan munculnya juklak dt Menteri Perdagngan yg mengatur lebih jelas ( insya Allah Selasa pagi minggu depan) tapi saya jamin ....tanpa ada yg ngawasi pastinya akan simpang siur juga jadinya kami lagi mikir nih bgmn bmemuat badan yg mengontrol. Konon kata Bung karno perjuangan .. itu " journey that never end." tapi kalau omong terus muter muter ya ngapain yg satu bilang kok anak sekolah di korbankan yg lain bilang kalau itu sbg salah satu solusi ya gak papa lalu yg pertama bilang lg ya tapi jangan di korbankan dong yg kelihatan kan hanya satu solusi itu aja lalujawaban nya ada kok rencana lain capeee dee Hs
