Ini juga ada berita di Pos Kota tentang jam sekolah yang maju ini, saya lampirkan di sini. Terlihat betapa otoriter dan menyesatkannya pernyataan Wagub ini: � manneke --------------------------------- � http://www.poskota.co.id/news_baca.asp? id=49500&ik=3
Masuk Sekolah Pukul 06:30 Mulai 5 Januari Senin 29 Desember 2008, Jam: 20:13:00 JAKARTA (Pos Kota) � Pemda DKI Jakarta memastikan pemberlakuan jam sekolah pukul 06:30 mulai 5 Januari 2009. Sosialisasi kepada seluruh sekolah dinyatakan selesai. �Kita sudah menetapkan awal tahun 2009 jam masuk sekolah dimajukan menjadi pukul 06:30,� tegas Wakil Gubernur DKI Jakarta, H. Prijanto, Senin (29/12). �Seluruh sekolah mendukung jam masuk sekolah yang baru tersebut.� Memajukan jam sekolah, kata Prijanto, salah satu upaya untuk mengatur kepadatan lalulintas. Dengan cara ini, setidaknya sekitar 14 persen kemacetan bisa diurai. �Selain cara itu, tentunya pemda akan memperbaiki pola transportasi,� katanya. �Masuk lebih pagi juga berguna bagi kesehatan dan disiplin siswa.� UJI COBA Kalangan DPRD DKI Jakarta mendesak agar pemda melakukan ujicoba terlebih dahulu. �Setelah diujicoba, maka harus dilakukan evaluasi. Ini harus dilakukan sebelum diterapkan secara massal,� kata H. Achmad Husin Alaydrus, Wakil Ketua Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta. Alaydrus mengatakan uji coba perlu dilakukan pada 10 sekolah di setiap kota untuk melihat dampak kebijakan memajukan jam masuk sekolah terhadap siswa. �Jika kebijakan ini berdampak negatif, jangan diberlakukan,� tegasnya. Kaka Tayasmen, Koordinator Forum Komunikasi Orangtua Murid SDN Percontohan Kompleks Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Rawamangun, Jakarta Timur, mengatakan diberlakukannya kebijakan itu menandakan pimpinan pemda tidak peduli dengan kehidupan guru. Menurut Kaka, seorang guru harus berada di sekolah setengah jam sebelum pelajaran dimulai. Jika jam pelajaran dimajukan, berarti Pk 06:00 guru sudah berada di sekolah. Kondisi itu menyulitkan guru yang tinggal di luar Jakarta. (john/st/t) --- On Tue, 12/30/08, manneke budiman <[email protected]> wrote: From: manneke budiman <[email protected]> Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re:"Rekor Dunia" Jam Masuk Sekolah To: [email protected] Received: Tuesday, December 30, 2008, 11:01 PM Bung Harya, � Terima kasih telah melampirkan berita koran tentang pemajuan jam masuk sekolah itu. Saya sudah baca, dan ini hasil amatan saya: � 1). Pakar pendidikan yang dikutip itu adalah Prof. Arief Rahman, dan dia justru tidak menyatakan mendukung kebijakan itu. Justru dia mengingatkan Pemda DKI untuk mengerjakan banyak PR mereka dulu sebelum mengeluarkan kebijakan jam masuk itu. Dan aspek-aspek yang menurut Arief Rahman harus dipertimbangkan Pemda adalah aspek-aspek yang selama ini banyak disorot dan diangkat oleh para penentang kebijakan itu di milis FPK ini. � 2). Tentu saya setuju dan ngerti bahwa kemacetan bisa dihitung dengan matematika. yang tak bisa dihitung oleh matematika adalah berbagai faktor penyebab kemacetan itu. Ini yang statistiknya tak ada, dan memang ini jangkauan bidang sosial budaya, bukan jangkauan statistik. Mengubah pola perjalanan tanpa menyelesaikan berbagai masalah terkait dengan faktor-faktor penyebab adalah bentuk kekerdilan pikiran. Dan ini seringkali terjadi dengan berbagai kebijakan yang diambil penguasa. � 3). Hasil survey di SP itu masih menunjukkan bahwa pegawai kantoranlah yang lebih banyak menggunakan jalan (30%)�daripada anak sekolah, yang cuma 30%. Tapi ada yang aneh di situ, sebagian besar aktifitas dikatakan terjadi jam 7 pagi Bukankah pada jam 7 itu anak-anak sekolah sudah ada dalam kelas dan pelajaran sudah mulai? Jadi, bukankah dengan begitu anak-anak itu sudah sampai di sekolah sebelum jam 7? Artinya, mestinya aktifitas mereka di jalan terjadi sebelum jam 7. Bisa Anda jelaskan kejanggalan ini? � 4). Ternyata sebagian besar anak sekolah pergi ke sekolah dengan kendaraan umum (lebih dari 90%) dan yang pakai kendaraan pribadi cuma 1,6%. Ini memperlihatkan bahwa tudingan sebagian pendukung kebijakan di milis ini bahwa para orangtua berduitlah yang bikin macet jalan karena mobil-mobil mereka mengantar anak-anaknya ke sekolah sudah gugur. � 5) Ada ketimpangan besar antara pertumbuhan kendaraan (9%) dan pertumbuhan kapasitas jalan (1%) per tahunnya. Ini adalah hasil perbuatan manusia, dan pasti ada jalan untuk mengatur atau memperkecil gap ini. Dan Pemda tak bisa berkilah dengan mengatakan bahwa ini di luar kewenangannya. Kalo pemda tak berwenang, lalu siapa? Tuhan? � 6) Survei Diknas sendiri menunjukkan sebagian besar siswa menolak masuk jam 6.30. Hanya sekitar 2%-an yang tak keberatan masuk jam 6.30. Apakah ini tak penting untuk dipertimbangkan oleh pengambil kebijakan? Jadi tak salah dong kalo dikatakan anak-anak ini dikorbankan? � 7) Di survei PPKP disebutkan sebagian besar responden menginginkan anak sekolah masuk lebih pagi, tapi tak dirinci berapa persen persisnya dari "sebagian besar" ini yang anak sekolah, mengingat yang di-survey bukan hanya anak sekolah saja tapi juga ortu dan guru. Malah responden mayoritasnya adalah ortu, bukan siswa atau guru. Yang gambarannya lebih jelas justru hasil survey Diknas sendiri yang menunjukkan mayoritas anak sekolah tak mau masuk jam 6.30. � 8) Yang lucu, ada banyak komentar dari ortu yang di-survey oleh PPKP yang mengatakan pemajuan jam sekolah ini banyak manfaat buat disiplin anak dll, tapi tak satu pun ada komentar tentang manfaat kebijakan ini bagi solusi kemacetan lalu-lintas. Padahal tujuan utama perubahan jam masuk sekolah adalah untuk mengatasi kemacetan! Ini menunjukkan kerancuan yang sama seperti yang terjadi dalam debat di milis ini. � 9). Tak kalah fatal adalah kebijakan ini langsung mau diberlakukan tanpa sosialisasi, dengar pendapat atau ujicoba. Seperti sudah menjadi kebiasaan buruk para penguasa yang menganggap masyarakat cuma objek kebijakan yang mesti manut dan pasrah saja. reformasi 10 tahun lebih rupanya tak mengubah mentalitas otoriter para penguasa ini. � manneke ------------------------------------ ===================================================== Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] : 1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS 2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan http://kompas.com/ 3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke anggota 4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected] 5.Untuk bergabung: [email protected] KOMPAS LINTAS GENERASI ===================================================== Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
