Dear pak MUbarik, terimakasih respons-nya. Wah ternyata banyak salah ketiknya ya? Maklum negtiknya pakai jari 11 telunjuk semua, hehehe. OK pak, sampai jumpa. InsyaAllah putra/i pak MUbarik akan meneladani orangtua mereka. Yang penting kita sebagai orangtua bertanggungjawab penuh membentuk karunia Tuhan seturut kehendakNya. Saya yakin pasti uhan akan beri jalan, Amin, Slamat malam, dan sampai jumpa. Ning P.
----- Original Message ----- From: "A. Mubarik Ahmad" <[email protected]> To: <[email protected]> Sent: Thursday, January 08, 2009 2:17 AM Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Masuk Sekolah 06.30 WIB, Siswa Mengeluh Masih Mengantuk > Wa'alaikumsalaam warahmatullah... > Apa khabar mba Ning? > Alhamdulillah kami baik-baik saja. > Wah saya iri bgt sama mba Ning, mudah2an anak-anak saya (cuma 2 lelaki) > bisa > seperti anak-anaknya mba dan mandiri nantinya serta hanya bergantung > kepadaNya saja. Amiin. > Soal kemacetan di Jakarta ini rasanya sampai 20 tahun kedepan hanya jadi > 'wacana' terus tanpa upaya dan hasil yang cukup berarti. > Tanpa seizinNya, tidaklah mungkin kami dapat tinggal didekat sekolah > dimana > anak-anak bisa bersekolah mulai dari TK, SD, SMP dan SMA cukup dengan > berjalan kaki saja. > Salam, Mubarik
