Demi nama baik Prof Jimly dan prestasi2nya selama ini, demi negeri ini, saya berhara semoga 'judul berita' ini tidak benar adanya.
Jadi, prof, mohon.... jangan... Salam hormat, Taufik Basari --- In [email protected], Jimly Asshiddiqie <jiml...@...> wrote: > > > Waduh pak moderator, judul kompas.com & anda serem sekali > > To: forum-pembaca-kom...@...: agushamonan...@...: Fri, 16 Jan 2009 02:42:31 +0000Subject: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Jimly Asshiddiqie Cawapres Wiranto? > > > > http://kompas.com/read/xml/2009/01/15/22035358/jimly.cawapres.wirantoJAKARTA, KAMIS Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Prof JimlyAsshiddiqie ditunjuk menjadi Ketua Dewan Pembina PerhimpunanKebangsaan menggantikan Wiranto. Ia membantah hal tersebut adalahmanuver untuk mempersiapkan diri menjadi wakil presiden mendampingicapres Wiranto."Tidak ada itu. Saya diundang untuk jadi ketua dewan pembinamenggantikan Pak Wiranto. Saya sudah dapat jaminan perhimpunan iniindependen dan tidak akan jadi parpol, jadi saya bersedia jadipengurus," tegas Jimly Asshiddiqie kepada wartawan sebelum pengukuhanpengurus Perhimpunan Kebangsaan di Jakarta, Kamis (15/1).Ditegaskan, dirinya bersedia menerima tawaran sejumlah fungsionarisPerhimpunan Kebangsaan setelah ada jaminan bahwa organisasi itubersifat independen dan tidak memiliki afiliasi apa pun dengan suatuparpol. Di Perhimpunan Kebangsaan yang diketuai Yusuf Muhammad Martak,selain Jimly juga bergabung Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Marwah DaudIbrahim, dan sejumlah tokoh lainnya.Martak mengatakan penunjukan Jimly sebagai Ketua Dewan Pembina karenaWiranto sudah menjadi Ketua Umum Partai Hanura, dan aturannya tidakboleh menjabat rangkap di parpol. Begitu pula ketika ditanya apakahini sebagai jalan bagi Jimly sebagai cawapres Wiranto, Martakmengatakan tidak ada putusan dari Perhimpunan Kebangsaan.Dalam kaitan pemilu, Jimly memprediksi setelah Pemilu 2009 ini jumlahpartai politik semakin berkurang karena orang sudah tidak berminatlagi membentuk partai baru. Penyebabnya, karena duduk di DPR menjadisusah karena persyaratan mendapatkan kursi di parlemen semakin berat."Ke depan itu era konsolidasi sehingga akan ada kecenderungan jumlahpartai itu bakal menciut," katanya. Dijelaskan, partai-partai yangmendapat dukungan riil masyarakat minimal 2,5 persen jumlah kursi diparlemen itu lah yang nantinya akan tetap eksis dan terus berkembang."Lagi pula untuk membangun sebuah partai baru pada saat ini harganyasudah sangat mahal. Orang-orang akan memilih untuk bergabung denganpartai-partai yang telah eksis," kata Jimly.Johnson SimanjuntakSumber : Persda Network > > > > > > _________________________________________________________________ > Join the Fantasy Football club and win cash prizes here! > http://fantasyfootball.id.msn.com > > [Non-text portions of this message have been removed] >
