Di era awal pemaparan HIV/AIDS, sekitar pertengahan 80an, kelompok 
homosekeksual dikecam sebagai sumber penularan dan penderita HIV/AIDS pun 
dipenuhi stigma pendosa dan orang yang tak perlu dikasihani atau diperlakukan 
sebagai manusia.  Mereka baru tersadar takkala para bayi yang baru lahir, yang 
susah dicari peluang u/dilabeli sebagai pendosa, diketahui tubuhnya mengandung 
muatan virus HIV.  Saat keterpaparan baru mengenai para perempuan, itu pun 
didapat pada para perempuan yang dilacurkan (PSK), manusia masih mengecamnya 
sebagai penyakit kelompok pendosa!

Ada masa dimana modus penyebaran terbesar tidak lagi dari hubungan seksual 
(heteroseksual maupun homoseksual) tapi lewat penggunaan jarum suntik pada para 
penyalahguna obat2an terlarang.  Hal ini didahului o/Malaysia dan 
pemerintahannya dengan sigap melegalkan penukaran jarum suntik bagi para 
pengguna guna menurunkan resiko penyebaran penyakit di kalangan pengguna dan 
hal ini terbukti benar.  Saat hal ini terjadi di Indonesia maka para pekerja 
HIV/AIDS dikecam habis2an, sama kala era u/mengampanyekan kondom, yang seakan2 
melihat kelompok pegiat sebagai manusia tak bermoral yang mengampanyekan 
kebutuhan neraka dan bukan sedang melakukan upaya perbaikan!  

Bangsa ini sering tak mampu berhadapan dengan kenyataan pahit yang berlangsung 
di sekitarnya dan dari sana bangkit u/memperbaiki kepahitan.  Kita bisa marah 
dan, bahkan, bisa membakar rumah sumber yang mendapati kenyataan dan 
memaparkannya dengan benar bahwa di pondok penampungan ibadahnya diketahui 
bahwa hubungan seksual diluar koridor perkawinan dan penyakit infeksi menular 
seksual didapat secara signifikan.  Kita mengamuk karena menganggap anak2 tsb 
berselimut pelajaran agama sejak matahari terbit hingga tenggelam dan lebih 
senang menganggap bahwa sang bibit penyakit didapat o/anak kita dari udara 
bebas!  Kita senang berpura2 bahwa dengan agama semua hal akan beres.  Jika 
semua penduduk negeri ini telah berhati emas dan hidup seturut perintah Tuhan 
maka 'hanya seruan agama' segalanya akan beres!  Diperlukan kesadaran dan 
kekonsistenan u/mengambil langkah perbaikan sesuai fakta yang ada di lapangan, 
bukan fakta mimpi yang berbalut kepura2an atau kemunafikan!


ED

Sent from my BlackBerry® wireless device from XL GPRS network


--- On Mon, 1/19/09, ghozan_gmail <[email protected]> wrote:

From: ghozan_gmail <[email protected]>
Subject: Re: [Forum-Pembaca-KOMPAS] Re: Homoseksualitas saat ini menjadi 
penyumbang terbesar penyakit HIV/AIDS
To: [email protected]
Received: Monday, January 19, 2009, 6:06 AM






monggo pa'e silakan di intip.....

http://www.papuaweb .org/dlib/ tema/hiv- aids/index. html

http://www.aidsindo nesia.or. id/data_detail. php?id_pages= 40&id_language= 
2&id_ref_ \
data=1&id_data= 2

salam nano-nano
ghz

[Non-text portions of this message have been removed]


------------------------------------

=====================================================
Pojok Milis Komunitas Forum Pembaca KOMPAS [FPK] :

1.Milis Komunitas FPK dibuat dan diurus oleh pembaca setia KOMPAS
2.Topik bahasan disarankan bersumber dari http://cetak.kompas.com/ dan 
http://kompas.com/
3.Moderator berhak memuat,menolak dan mengedit E-mail sebelum diteruskan ke 
anggota
4.Moderator E-mail: [email protected] [email protected]
5.Untuk bergabung: [email protected]

KOMPAS LINTAS GENERASI
=====================================================
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/Forum-Pembaca-Kompas/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke